UAV Serang buatan Cina Terlihat di Udara Tripoli

Duniaku - Untuk serangan terhadap sasaran di ibukota Libya, pasukan Field Marshal Haftar terus menggunakan UAV Loong buatan China.

Sebuah foto UAV ini, "tertangkap" oleh lensa kamera di langit di atas Tripoli, dan telah beredar dimedia soaial. Rupanya, Tentara Nasional Libya Haftar memiliki masalah besar ketika mencoba merebut kota metropolis ini, itulah sebabnya drone, yang sebelumnya beroperasi terutama dalam gelap, harus melakukan misi pengintaian dan pertempuran di siang hari.

UAV tersebut sangat membantu untuk menghindari kerugian dengan fakta bahwa pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional, yang telah duduk di kota terbesar di negara itu, belum memiliki sistem pertahanan udara modern. Tetapi, menurut para pakar militer, dalam waktu dekat, para sponsor PNS pasti akan memasok lingkungan mereka dengan sistem pertahanan udara modern.

Adapun UAV Wing Loong, menurut data yang muncul, kendaraan tak berawak tersebut dibawa ke Libya dari Uni Emirat Arab. UAV tersebut dikendalikan oleh spesialis yang diperbantukan di wilayah yang sedang di landa konflik ini.

Militer UEA sebelumnya mendapatkan pengalaman dalam penggunaan tempur UAV semacam itu di Yaman.

Pesawat ini memiliki karakteristik yang cukup tinggi. Beratnya mencapai 1.100 kg. Massa beban tempur mencapai 100 kg. Senjatanya menggunakan rudal dan bom ukuran kecil.

Kecepatan maksimumnya 280 km / jam, UAV dapat mengudara hingga 20 jam dan melakukan perjalanan sejauh 4 ribu kilometer.



BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info