Rudal yang diuji oleh Korut mirip dengan Iskander

Duniaku - Dua rudal yang diuji oleh Korea Utara pada hari Kamis "mirip dengan rudal Iskander Rusia." Kantor berita Korea Selatan Yonhap melaporkan mengutip Kementerian Pertahanan Korea, pada hari Jumat 26/07.

Menurutnya, rudal yang diuji oleh Pyongyang memiliki karakteristik teknis yang mirip dengan 9K720 Iskander (SS-26 Stone, menurut klasifikasi NATO) dan mampu terbang sekitar 600 km.

Sementara itu Komando Angkatan Bersenjata AS di Republik Korea (USFK) mengatakan peluncuran dua rudal, yang dilakukan pada 25 Juli oleh Korea Utara, tidak diarahkan terhadap posisi militer Korea Selatan dan Amerika di Semenanjung Korea.

Angkatan Bersenjata AS mengindikasikan bahwa uji coba rudal, yang diduga merupakan pengembangan baru Korea Utara, "bukan ancaman terhadap Republik Korea atau Amerika Serikat, dan tidak memengaruhi posisi pertahanan mereka."

Senada dengan AS, Komite Kepala Staf (SC) Korea Selatan juga mengatakan peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara tidak menimbulkan ancaman bagi keamanan Republik Korea (Korsel).

"Dua peluncuran rudal balistik jarak pendek yang dilakukanPyongyang, tidak ditujukan terhadap Republik Korea dan juga Amerika Serikat, merupakan tes rudal tidak mempengaruhi posisi Pertahanan di Seoul dan Washington.".

Juga dikabarkan Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono dan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengadakan pembicaraan telepon pada hari Jumat, seperti diwartakan oleh Kyodo .

Tercatat bahwa menteri luar negeri kedua negara membahas peluncuran rudal Korea Utara baru-baru ini. Informasi lebih rinci saat ini belum disediakan.

Sekretaris Negara AS sebelumnya menyatakan pendapatnya bahwa pengujian dua rudal jarak pendek Korea Utara terkait dengan keinginan Pyongyang untuk mendapatkan keuntungan dalam pembicaraan Amerika-Korea Utara yang akan datang mengenai denuklirisasi Semenanjung Korea.

Pada hari Jumat, TsTAK  mengumumkan bahwa Korea Utara, di bawah pimpinan Ketua Dewan Negara Kim Jong-un, meluncurkan dua rudal taktis yang dipandu. Menurut Korea Utara, peluncuran itu adalah jawaban untuk Seoul karena penyebaran jenis senjata dan latihan militer baru di Semenanjung Korea. Agensi Kyodo  menginformasikan bahwa rudal yang diluncurkan adalah versi perbaikan dari rudal balistik jarak pendek KN-23, yang telah diuji Pyongyang pada bulan Mei.

Pada hari Kamis, Ketua Komite Staf Angkatan Bersenjata Republik Korea melaporkan bahwa Korea Utara meluncurkan dua rudal jarak pendek ke arah timur, kedua rudal jatuh ke Laut Jepang. Kementerian Pertahanan Nasional Republik Korea percaya bahwa salah satu rudal itu terbang sekitar 690 km, dan yang lainnya 430 km. Militer Korea Selatan juga tidak mengecualikan bahwa rudal yang diuji bisa jadi pengembangan baru Korea Utara.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info