Trump mengakui bahwa Amerika Serikat berperilaku tidak jujur ​​terhadap Turki dalam situasi dengan S-400

Duniaku - Presiden AS Donald Trump mengakui bahwa Washington telah berperilaku tidak jujur ​​terhadap Turki dalam situasi dengan pengadaan sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia. Pemimpin Amerika mengatakan ini pada konferensi pers pada hari Sabtu 29/06 setelah partisipasinya dalam KTT G20 di Osaka, Jepang.

"Saya akan memberitahumu apa yang adil dan apa yang tidak. Dia (Presiden Turki Tayyip Erdogan - kira-kira) ingin membeli rudal Patriot, tetapi rombongan Obama [Barak] Obama mengatakan tidak. Dia masih ingin membelinya, dan mereka terus berkata tidak. Dia tidak bisa membelinya, tetapi mereka perlu baginya untuk bertahan. Kemudian dia beralih ke Rusia, "jelas Trump.

"Dia membuat perjanjian, menghabiskan uang, menginvestasikan banyak uang. Begitu dia membelinya, orang-orang dari negara kita memanggilnya dan berkata: dengarkan, kami tidak ingin Anda membeli sistem ini, karena ini bukan sistem NATO," katanya. Pemimpin amerika menambahkan "Aku akan memberitahumu dengan jujur, aku sepenuhnya di pihak negara kita, tetapi dengan dia mereka berperilaku sangat tidak jujur,".

Presiden AS Donald Trump dalam pembicaraan dengan pemimpin Turki Tayyip Erdogan juga menyatakan keprihatinan tentang pengadaan sistem rudal anti-pesawat Rusia S-400 Rusia dan menyerukan kerja sama dengan Washington untuk memperkuat NATO.

"Presiden [Trump] menyatakan keprihatinan tentang potensi pembelian Turki atas sistem rudal anti-pesawat S-400 Rusia dan mendesak Turki untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerja sama pertahanan dengan cara yang akan memperkuat NATO," kata dokumen itu.

Kedua pemimpin juga membahas "keinginan untuk meningkatkan perdagangan bilateral dan mencapai tujuan bersama di Suriah."

AS secara aktif berusaha mencegah Turki membeli S-400. Sebelumnya, Washington telah memperingatkan Ankara bahwa dalam hal akuisisi sistem senjata ini, Amerika Serikat mungkin menoangguhkan pasokan jet tempur F-35 untuk Turki.

Pada hari Sabtu, Erdogan, pada pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan bahwa tidak ada penundaan pengiriman S-400 ke Ankara. Menurutnya, perjanjian produksi bersama rudal dan alih teknologi merupakan prioritas bagi Turki.

Laporan pertama dtentang negosiasi antara Federasi Rusia dan Turki tentang pasokan S-400 muncul pada November 2016. Fakta dari kesepakatan kontrak dikonfirmasi oleh pihak Rusia pada 12 September 2017. S-400 "Triumph" - sistem rudal anti-pesawat jarak jauh jarak menengah, dirancang untuk menghancurkan rudal balistik, jelajah dan pesawat terbang. S-400 juga dapat digunakan terhadap target darat.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info