Ahli Rusia akan datang di Turki untuk menginstal sistem pertahanan udara S-400

Duniaku - Personel teknis Rusia akan tiba di Turki untuk menginstal sistem rudal anti-pesawat S-400. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar.

Menurutnya, pasokan senjata bisa terjadi dalam beberapa bulan mendatang. "Untuk keselamatan 82 juta orang (warga negara. - Ed.) Kami membeli sejumlah sistem," jelasnya pada malam 27 Mei di saluran TV Haberturk, Perjanjian itu ditandatangani, dan transaksi selesai, Menteri Pertahanan Turki menekankan.

Pada tanggal 23 Mei 2019  Jenderal Todd Walters, Panglima Pasukan Sekutu di Eropa mengatakan Amerika Serikat bermaksud untuk mempertahankan hubungan sekutu dengan Turki, meskipun negara itu membeli sistem S-400 Rusia.

Menurut dia, sekarang pihak berwenang Amerika sedang mencari solusi untuk masalah ini, tulis Kantor Berita Federal .

Sebelumnya, pada 22 Mei, diketahui bahwa Turki mengirim personil militer ke Rusia untuk pelatihan dalam pengoperasian sistem rudal anti-pesawat S-400.

Informasi yang sebelumnya beredar dari beberapa media yang menyatakan bahwa AS pada akhir minggu pertama Juni mengharuskan Turki untuk membatalkan pembelian S-400 dinyatakan "tidak benar". Ini dilaporkan oleh saluran televisi A HBR dengan mengacu pada Wakil Menteri Luar Negeri Turki Yavuz Selim Kyran.

Menurutnya, pada level resmi tidak ada yang seperti ini. Dia juga mencatat bahwa pada bulan Maret Amerika Serikat memperbarui penawaran sebelumnya untuk penyediaan sistem rudal anti-pesawat Patriot.

Sebelumnya, pada 22 Mei, media Amerika melaporkan bahwa Amerika Serikat memberi waktu dua minggu ke Turki untuk menghentikan pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. Telah diklarifikasi bahwa jika tidak, Washington akan mengecualikan Ankara dari program produksi pesawat tempur F-35.

Pada hari yang sama, diketahui bahwa Turki mengirim personil militer ke Rusia untuk mempelajari operasi sistem rudal anti-pesawat S-400 (SAM).

Kontrak untuk penyediaan sistem rudal Rusia antara Moskow dan Ankara dilakukan pada 2017. Pada 22 April, Wakil Menteri Pertahanan Kolonel Jenderal Alexander Fomin mengumumkan bahwa pengiriman S-400 pertama ke Turki akan segera dimulai .

Amerika Serikat telah berulang kali menentang perjanjian itu. Washington mengancam ke Ankara untuk menghentikan pengiriman pesawat tempur F-35 yang sudah dibayar olehnya.

Pada 19 Mei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan rencana untuk memproduksi sistem rudal anti-pesawat S-500 bersama dengan Rusia setelah membeli S-400.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info