Tidak Terima Anaknya Dibanting, Ayah Datang Ke Sekolah Bawa AK 47

Duniaku - Seorang ayah yang menerima panggilan telepon menggunakn FaceTimes dari putranya yang menangis, lalu datang ke sekolah dengan membawa senapan AK-47 yang dianggap mengacam nyawa.

Menurut laporan penangkapan, Christopher Freeman, 27, yang tinggal di dekat West Palm Beach, tiba di Sekolah Menengah Bear Lakes tepat sebelum jam 4 sore waktu setempat hari Senin, marah karena putranya telah 'dibanting' oleh seorang guru.

Seorang asisten kepala sekolah menelepon Freeman sebelumnya tentang putranya dan selama percakapan itu Freeman berkata, "Anda semua sudah mati," kata laporan itu.

Seorang Sheriff Palm Beach County menyambut Freeman ketika dia tiba di kampus. Freeman berada di kursi roda dan gagang pistol besar tampak mencuat dari celananya, kata polisi, seperti dilansir sun-sentinel.

Freeman tampak kesal dan berteriak, “Saya ingin melihat orang yang membanting putra saya. Saya punya sesuatu untuknya, ”kata laporan itu.

Deputi sheriff yang datang segera membawa murid ke teman yang aman sembari mencari Freeman dan menangkapnya, serta menyita senapan AK-47 Mini Draco.

Selama pemeriksaan polisi, Freeman mengatakan dia menerima panggilan FaceTime dari putranya sekitar jam 3 sore yang tidak biasa pada hari sekolah. Putranya menangis dan berkata seorang guru telah “membanting” dia.

Freeman mengaku dia membeli senjata dengan magasin berisi 30 peluru tersebut dari seorang teman satu tahun lalu, dan dibawa sebagai perlindungan. Dia berkilah tidak menyadari membawa AK-47 ketika datang ke sekolah, dan tidak mengetahui jika perbuatannya bakal melanggar hukum.

Dia mengatakan dia tidak berencana untuk melukai siapa pun dengan pistol itu, kata petugas.

Polisi menyatakan, Freeman dijerat dengan tuduhan membawa senjata api ke sekolah, menyerang di lingkungan sekolah, dan mengganggu ketertiban. Dan denda sebesar ditetapkan pada $ 75.000, catatan menunjukkan.

Pengacaranya Jack Fleischman memaparkan insiden tersebut merupakan "kesalahpahaman" dan bersikeras kliennya sama sekali tidak berniat melukai orang. "Kami sangat tertarik melihat jika ada rekaman CCTV di sekolah karena sebelumnya klien saya mengaku anaknya dipukul seorang guru," beber Fleischman.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info