Rusia bantah tandatangani kontrak untuk pasokan Su-35 ke Mesir bagaimana Indonesia?

Duniaku - Rusia yang diwakili Rosoboronexport sebuah perusahaan yang menangani masalah eksport senjata mengatakan mereka belum menandatangani kontrak untuk penyediaan pesawat tempur multifungsi Su-35 ke Mesir, informasi yang dipublikasikan sebelumnya tidak sesuai dengan kenyataan, kata wakil kepala perusahaan tersebut, Sergei Kornev.

Menurutnya, Rusia siap untuk memasok pesawat tempur Su-35 ke Mesir, tetapi belum ada kontrak yang ditandatangani.

"Komentar tentang topik ini telah disuarakan. Saya tidak punya apa-apa untuk ditambahkan. Belum ada kontrak untuk Su-35, kami akan membagikan informasi ini". - kata Kornev.

Dia menjelaskan bahwa kontrak pertama untuk pasokan pesawat Su-35 Rusia ditandatangani pada 2015 dengan China. Berdasarkan perjanjian tersebut, Rusia memasok 24 unit pesawat tempur ke RRC, senjata, dan peralatan terkait. Kontrak kedua yang dibuat untuk pasokan Su-35 dengan Indonesia.

Sebelumnya, beberapa media Rusia melaporkan bahwa Rusia dan Mesir menandatangani kontrak, di mana Kairo akan membeli beberapa lusin pesawat tempur Su-35. Juga dilaporkan bahwa pihak Rusia diduga telah memulai produksi pesawat tersebut untuk Mesir.

Sementara Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknis-Militer (FSMTC) Rusia,  Mikhail Petukhov mentakan Untuk pembelian pesawat tempur multi-peran Su-35 Indonesia, kontrak tetap berlaku.

Menurut Petukhov, Indonesia cukup puas dengan parameter pertempuran, teknis dan harga senjata Rusia. Sanksi Amerika, yang membuat takut kepemimpinan Indonesia untuk pembelian pesawat Rusia, juga tidak mempengaruhi keputusan akhir tentang kontrak yang sudah ditandatangani.

Rusia dan Indonesia menandatangani kontrak untuk penyediaan 11 pesawat Su-35. Diasumsikan bahwa pengiriman akan berlangsung dalam dua tahap: 8 pesawat pertama, lalu tiga lagi. Kemudian, muncul informasi bahwa Indonesia bisa membatalkan pemberlian pesawat Su-35 dari Rusia di bawah tekanan AS, tetapi pemerintah Indonesia membantah desas-desus ini.

Namun beberapa pejabat terkait menyatakan ada kemungkinan molor dalam pengiriman pesawat tempur Su-35 Indonesia, dengan alasan belum distujuinya komoditi yang di barterkan sebagai salah satu syarat pengadaan senjata Indonesia.

Su-35 adalah pesawat tempur multi-peran super-manuver yang sangat modern generasi "4 ++", dalam desainnya banyak menggunakan teknologi generasi kelima, kecuali untuk "siluman".

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info