Intelijen Korsel melaporkan bahwa Korea Utara terus memperkaya uranium untuk keperluan militer

Duniaku - Korea Utara terus menggunakan fasilitas pengayaan uranium yang terletak di fasilitas penelitian nuklir di Yongbyon. Seperti dilansir Yonhap , mengutip data dari National Intelligence Service (NIS)) Korea Selatan.

"Diketahui bahwa pabrik pengayaan uranium melanjutkan pekerjaan normal mereka bahkan sebelum pertemuan puncak para pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat baru-baru ini," kata media itu.

Sebelumnya, intelijen Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara sejak akhir 2018 tidak menggunakan reaktor nuklir lima megawatt di Yongbyon, yang menerima bahan bakar bekas untuk pemrosesan dari 5 hingga 7 kg plutonium tingkat senjata per tahun. Untuk menghasilkan satu bom atom, diperlukan 6 kg bahan fisi ini.

Pada saat yang sama, melaporkan bahwa NIS mendeteksi pergerakan truk yang aktif di pusat penelitian di wilayah Sanym di pinggiran Pyongyang. Diyakini bahwa di sanalah diproduksi beberapa model rudal balistik Korea Utara, termasuk antarbenua "Hwasong-15".

Selama KTT Hanoi pada 27-28 Februari, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menawarkan Donald Trump untuk membongkar kompleks Yongbyon sebagai imbalan atas pencabutan sebagian sanksi terhadap republik. Namun, presiden AS menolak proposal ini, menuntut pembongkaran total sejumlah objek lainnya. KTT berakhir tanpa menandatangani perjanjian atau deklarasi, para pihak sepakat untuk melanjutkan dialog.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info