Bloomberg: Sebelum pemilu diidentifikasi banyak serangan hacker, termasuk dari China dan Rusia

Duniaku - Indonesia akan segera melangsungkan pemilihan presiden dan parlemen yang dijadwalkan pada 17 April, di ikuti semakin banyaknya serangan dunia maya, yang diyakini mungkin bertujuan untuk mendiskreditkan proses pemungutan suara. seperti dliansir Blomberg mengutip Ketua KPUArif Budiman, pada hari Selasa 12/03 dan menyatakan bahwa beberapa dari mereka dilakukan oleh peretas dari Cina dan Rusia.

Menurut dia, database pemilih diserang oleh pengganggu. "Mereka mencoba meretas sistem kami," kata kepala komisi. "Dan tidak hanya setiap hari, hampir setiap jam," katanya. Menurut Budiman, masih belum jelas apa tujuan para peretas, apakah mencoba mengganggu pemilu di Indonesia atau membantu salah satu kandidat menang.

Ketua KPU juga menyatakan ada pihak-pihak yang berusaha membangun opini untuk mendiskreditkan lembaga itu.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah beberapa orang, beberapa pihak, mencoba menciptakan ketidakpercayaan terhadap KPU, karena itu akan menyebabkan ketidakpercayaan terhadap proses dan hasilnya, dan akhirnya memicu konflik,” kata Budiman.

KPU baru-baru ini juga bertemu dengan perwakilan dari Facebook, Twitter. dan Google untuk mencoba memastikan platform media sosial tidak digunakan untuk menyebarkan hoax dan memanipulasi proses politik.

Budiman mengatakan komisi itu akan memastikan pemilihan yang transparan dan adil. Pengamat internasional telah diundang untuk memantau pemungutan suara, katanya.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info