Australia akan membeli pesawat EW berdasarkan Gulfstream G550

Duniaku - Kementerian Pertahanan Australia mengumumkan rencana untuk membeli empat pesawat radio dan intelijen radio dan peperangan elektronik berdasarkan jet bisnis Gulfstream G550, yang di Angkatan Udara Australia akan menerima nama resmi MS-55A Peregrine, Menteri Pertahanan Christopher Pyne dan Menteri Industri Pertahanan Linda Reynolds mengumumkan pada 18 Maret, seperti dilansir media Australia.

Pasangan ini mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa akuisisi AUD2,4 miliar (USD1,68 miliar) akan secara aktif memperkuat dukungan EW untuk angkatan laut, udara, dan darat untuk operasi di lingkungan elektromagnetik yang kompleks.

Pesawat-pesawat itu direncanakan akan dibeli di AS dan perlengkapannya adalah buatan Amerika. Setelah pengiriman pesawat ke Australia, mereka akan ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Edinburgh dekat Adelaide. Dipangkalan tersebut juga akan jadi basis peralatan yang diakuisisi oleh Australia diantaranya pesawat patroli Boeing P-8A Poseidon dan drone jarak jauh buatan Northrop Grumman MQ-4C Triton dan General Atomics MQ-9 Reaper.

Peralatan ulang jet bisnis besar Guflfstream G550 menjadi pesawat pengintai intelijen radio yang berhubungan dengan Angkatan Udara AS ditangani oleh perusahaan Komunikasi L-3 Amerika. Pekerjaan akan dilakukan di L-3 Communications di Greenville, Texas.

MC-55A akan diintegrasikan ke dalam jaringan perang bersama di negara itu “menyediakan hubungan kritis antara platform, termasuk F-35A Joint Strike Fighter, E-7A Wedgetail, EA-18G Growler, kombatan permukaan laut dan kapal serbu amfibi, dan aset darat untuk mendukung pesawat tempur, "kata Pyne.

Sebelumnya, sebuah pesawat pengintai elektronik yang berbasis di Gulfstream G550 dibuat oleh konsorsium perusahaan Gulfstream, Lockheed Martin dan IAI Elta Israel untuk Angkatan Udara Israel. Pesawat intelijen elektronik G550 SEMA (Shavi) dilengkapi dengan teknik radio EL / I-3001 AISIS dan kompleks kecerdasan elektronik, kompleks sistem kecerdasan elektronik ESM / ELINT dan sistem komunikasi COMINT. Pesawat bisa di udara hingga 10 jam, di dalamnya membawa 12 operator.

Angkatan Udara Israel memiliki tiga pesawat jenis ini, yang diterima pada 2005-2006.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info