AS terus desak Turki untuk batalkan pembelian S-400

Duniaku - Penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan dalam wawancara hari Jumat dengan Bloomberg bahwa ia terus meyakinkan para pemimpin Turki untuk membatalkan rencana untuk memperoleh sistem pertahanan udara S-400 Rusia.

Mengenai pertanyaan tentang tindakan apa yang akan dilakukan Amerika Serikat jika Turki menerima S-400 dari Rusia, Shanakhan mengatakan: "Kami akan membicarakan hal ini ketika ini terjadi." Pada saat yang sama, ia menambahkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan negosiasi dengan Turki dengan tujuan untuk menjual sistem pertahanan udara Patroit ke negara ini, bukan S-400. Shanahan mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa setelah ia ditunjuk sebagai Pejabat Menteri Pertahanan pada 1 Januari, ia berbicara dengan mitranya dari Turki Hulusi Akar lima kali. Sebagai topik utama negosiasi ini, dan kepala Pentagon menyebut masalah yang terkait dengan krisis di Suriah, serta masalah pembelian sistem pertahanan udara Ankara dari Moskow.

Shanahan menegaskan bahwa jika Turki mengakuisisi S-400, Amerika Serikat dapat mangguhkan jet tempur F-35 terbaru Amerika, serta berpartisipasi dalam produksi pesawat militer generasi kelima Amerika ini. "Posisi saya adalah bahwa S-400 dan F-35 tidak kompatibel, yang berarti mereka tidak cocok," kata Shanahan. "Kami ingin menemukan solusi yang akan membuat F-35 menjadi alat strategis penting bagi angkatan bersenjata," tambahnya, memastikan bahwa Turki adalah dan akan tetap menjadi mitra strategis Amerika Serikat.

Sebelumnya pada hari Jumat, Bloomberg melaporkan , mengutip sumber-sumber resmi Turki, bahwa Turki telah menolak proposal Amerika Serikat untuk pasokan sistem rudal anti-pesawat Patriot pada akhir 2019, asalkan Ankara akan menolak untuk membeli sistem S-400 dari Rusia. Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Turki Mevlüt авavusoglu mengatakan pada hari Jumat bahwa perwakilan Turki dan Amerika Serikat telah memulai negosiasi mengenai pasokan sistem pertahanan udara Patriot ke pihak Turki.

Pada bulan November 2016, diketahui tentang negosiasi antara Turki dan Federasi Rusia tentang pembelian S-400. Fakta dari kesepakatan kontrak dikonfirmasi oleh pihak Rusia pada 12 September 2017, pada saat yang sama Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kemajuan kontrak telah dibuat. Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia, Wess Mitchell, pada 26 Juni tahun lalu memperingatkan bahwa akuisisi S-400 oleh Turki akan menghasilkan Washington menerapkan sanksi terhadap Ankara dan perubahan kualitatif dalam hubungan bilateral. Selain itu, seperti ditekankan oleh Mitchell, Amerika Serikat mungkin menangguhkan untuk pengiriman pesawat tempur generasi kelima F-35 ke Turki.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info