AS butuh banyak teman untuk menggulingkan kekuasaan di Venezuela

Duniaku - Asisten Presiden Amerika Serikat untuk Keamanan Nasional John Bolton berharap untuk memperluas koalisi negara-negara yang menginginkan pergantian kekuasaan di Venezuela. Dia mengumumkan ini pada hari Minggu di CNN .

"Saya memposting sekitar 150 pesan di Twitter tentang Venezuela, ini adalah percobaan baru di bidang diplomasi publik. Faktanya adalah bahwa kami sedang berusaha mendapatkan dukungan untuk pemindahan kekuasaan secara damai dari Maduro ke Guaido, yang kami anggap sebagai presiden," kata Bolton. Dia mencatat bahwa dia menulis termasuk dalam bahasa Spanyol, karena dia berfokus pada penonton di negara-negara Amerika Latin.

"Saya ingin koalisi kami seluas yang kami bisa kumpulkan untuk mengusir Maduro dan seluruh rezim korup. Itulah yang kami coba lakukan," tambahnya.

Sebelumnya John Bolton juga membuat pernyataan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro diduga berbohong tentang pasokan obat-obatan dari Rusia ke Venezuela. Dia memposting di halaman Twitter - nya pada hari Sabtu.

"Maduro berbohong tentang krisis kemanusiaan di Venezuela, dia menyewa penjahat untuk membakar makanan dan obat-obatan yang ditujukan untuk rakyat Venezuela, dan sekarang dia berbohong tentang dugaan bantuan dari Rusia," tulisnya, sambil menyertakan sebuah artikel di koran El Nacional. di mana dinyatakan bahwa obat-obatan dan peralatan medis, pengiriman ke Venezuela dari Federasi Rusia diumumkan oleh Presiden Maduro pada bulan Februari, tidak dikirim ke rumah sakit setempat.

Pada 21 Februari, Maduro mengucapkan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan Organisasi Kesehatan Pan Amerika karena menyediakan obat-obatan untuk republik. Sebelumnya, pihak Rusia menyerahkan ke Venezuela muatan dengan obat-obatan dan peralatan medis melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Upacara berlangsung di Bandara Internasional Caracas. Itu dihadiri oleh Duta Besar Federasi Rusia di Venezuela, Vladimir Zaemsky, serta perwakilan tingkat tinggi dari Kementerian Kesehatan Republik.

Pada hari Jumat, Wakil Presiden Eksekutif Delsi Rodriguez mengumumkan pada konferensi pers bersama setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bahwa Venezuela akan membeli produk dan obat-obatan yang diperlukan di Rusia. Untuk bagiannya, Lavrov mencatat bahwa Moskow telah menerima daftar tambahan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pihak Venezuela. Menteri Luar Negeri Rusia ingat bahwa Moskow telah mengirim batch pertama 7,5 ton obat-obatan ke Caracas.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info