Angkatan Bersenjata Iran membantah laporan operasi bersama militer Turki melawan Kurdi

Duniaku - Angkatan Bersenjata Iran tidak melakukan operasi di sepanjang perbatasan terhadap anggota Partai Pekerja Kurdistan (PKK) bersama dengan tentara Turki, juru bicara Angkatan Bersenjata Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi mengatakan pada hari Rabu.

"Angkatan bersenjata Iran tidak melakukan operasi bersama dengan tentara Turki di perbatasan," kata kantor berita  Reuters .

Pada hari Rabu, Kementerian Dalam Negeri Turki melaporkan bahwa Turki dan Iran sepakat untuk melanjutkan operasi bersama melawan PKK. Menurut kementerian tersebut, "wakil menteri urusan dalam negeri Turki dan Iran, Muhterem Inje dan Hussein Zulfikari, mengadakan pembicaraan telepon dan membahas operasi bersama di perbatasan kedua negara, yang dimulai pada 18 Maret." Dalam sebuah pernyataan, pada hari Rabu Kementerian Dalam Negeri juga melaporkan bahwa, komandan gendarmerie Turki, Jenderal Arif Cetin, dan kepala penjaga perbatasan, Brigadir Jenderal Kasym Rizai, berbicara melalui telepon dan setuju untuk melanjutkan operasi melawan pasukan PKK.

Pada hari Senin, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan bahwa Ankara dan Teheran melakukan operasi gabungan untuk pertama kalinya. Namun, kemudian, agen Iran Mehr, mengutip sebuah sumber di Staf Umum Iran, melaporkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam tidak berpartisipasi dalam operasi Turki.

Sejak 1984, PKK telah terlibat dalam perjuangan bersenjata untuk kemerdekaan wilayah tenggara Turki, yang sebagian besar dihuni oleh orang Kurdi. Setelah eskalasi konflik pada 2015, ribuan tentara dan militan Turki tewas. Di Turki, seperti di Iran, PKK dianggap sebagai organisasi teroris separatis.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info