Amerika Serikat mulai memproduksi komponen rudal yang dilaran INF

Duniaku - Amerika Serikat mulai membuat komponen untuk menguji coba rudal darat non-nuklir yang dilarang oleh Perjanjian INF. Komponen-komponen yang dimasukkan ke dalam produksi diperlukan untuk pengujian pada tahap pengembangan rudal darat non-nuklir, kata Kolonel Michel Baldanza, juru bicara Departemen Pertahanan AS , kepada TASS .

"Dengan menggunakan dana yang dialokasikan oleh Kongres pada tahun fiskal 2019, Amerika Serikat mulai membuat komponen untuk mendukung pengujian pada tahap pengembangan rudal darat non-nuklir," katanya, menanggapi permintaan untuk mengomentari informasi tentang rencana Pentagon untuk menguji dua jenis rudal yang dilaang dalam perjanjian INF.

"Amerika Serikat belum mengambil langkah ireversibel pada tahap ini," kata juru bicara Pentagon. "Jika Rusia kembali ke kepatuhan penuh dan dapat diverifikasi dengan perjanjian sampai akhir periode enam bulan, yang tidak mungkin, kami akan membatalkan keputusan kami untuk menunda pemenuhan kewajiban kami dan menarik diri dari perjanjian," kata Baldanza.

"Tetapi jika tidak ada perubahan dalam perilaku Rusia, keputusan kami untuk menarik diri dari perjanjian akan tetap berlaku, dan perjanjian itu akan berakhir. Pada akhirnya, kami harus siap untuk ini. Persiapan kami ke arah ini termasuk rencana untuk menguji rudal non-nuklir berbasis darat ", - tambahnya. Seorang wakil dari Departemen Pertahanan menolak untuk memberikan tanggal tes khusus. "Karena prototipe sedang diproduksi, mungkin ada banyak faktor yang akan dipertimbangkan. Untuk alasan ini, saya tidak akan menyebutkan tanggal spesifik," katanya.

"Hanya Rusia yang akan bertanggung jawab untuk membatalkan kontrak jika tidak kembali ke kepatuhan penuh dan dapat diverifikasi, setelah menghancurkan sistemnya yang melanggar perjanjian pada 2 Agustus, yaitu, pada akhir periode enam bulan," Baldanza menegaskan.

Pada hari Rabu, Associated Press  (AP) melaporkan dengan merujuk kepada perwakilan Departemen Pertahanan AS bahwa Washington berencana tahun ini untuk menguji dua jenis rudal yang dilarang oleh INF. Pada bulan Agustus Pentagon bermaksud untuk menguji rudal jelajah dengan jangkauan sekitar 1.000 km, yang mampu terbang di ketinggian rendah, dan dapat digunakan dalam waktu 18 bulan. Pada November, Amerika Serikat berencana melakukan uji coba rudal balistik dengan jangkauan 3-4 ribu km. Itu, kemungkinan besar, tdan bisa digunakan tidak lebih cepat dari 5 tahun, catatan media itu.

Menurut AP, dalam kedua kasus kita berbicara tentang rudal yang tidak dilengkapi dengan hulu ledak nuklir. Menurut perwakilan Pentagon, pihak Amerika belum melakukan pembicaraan dengan negara-negara sekutu di Eropa dan Asia mengenai penyebaran rudal ini di wilayah mereka.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info