Rusia mengatakan AS menggunakan gambar dari internet untuk bukti pelanggaran INF

Duniaku - Washington memberikan gambar dari internet sebagai bukti pelanggaran Moskow terhadap Perjanjian Penghapusan Jangka Menengah dan Rudal Jangka Pendek (INF), dan bukan data nyata. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, berbicara tentang hal ini di saluran TV 24 Rusia, seperti dilansir Interfax .

Menurutnya, pihak Rusia tidak meluncurkan rudal pada jarak yang dilarang oleh INF. Pada saat yang sama, Amerika menyebutkan dua tanggal ketika peluncuran tersebut diduga terjadi. "Mereka memberi kami gambar satelit, yang dapat diunduh dari Internet, dan bahkan memberi kami sumber daya, dengan tautan yang Anda bisa dapatkan foto ini," tambah Ryabkov.

Wakil menteri mencatat bahwa foto-foto itu juga berisi benda-benda yang diambil dari luar angkasa di lokasi uji Kapustin Yar, yang mana menurut Washington merupakan lokasi rudal tersebut diluncurkan. Namun, snapshot dari internet dan tanggal yang disebutkan "tidak sama dengan bukti jarak peluncuran rudal itu," kata diplomat itu.

16 Januari, Amerika Serikat menyatakan tanggal keluar dari Perjanjian INF, jika Moskow tidak kembali ke pelaksanaannya. Prosesnya akan dimulai pada 2 Februari.

Kontrak tidak memungkinkan para pihak untuk memiliki rudal balistik darat dan rudal jelajah dengan jangkauan dari 500 hingga 5,5 ribu kilometer. Moskow dan Washington secara teratur saling menuduh melanggar kondisinya.
Amerika Serikat, khususnya, menyalahkan Rusia atas fakta bahwa Rusia menyembunyikan kemampuan sebenarnya dari rudal jelajah 9M729 di kompleks Iskander-M. Dalam Pentagon percaya bahwa rudal darat itu memiliki jangkauan 500 kilometer, namun Moskow membantahnya.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info