Kemlu Jerman tidak melihat upaya dari Rusia untuk mematuhi INF

Duniaku - Kementerian Luar Negeri Jerman tidak melihat tanda-tanda bahwa Rusia berusaha untuk mematuhi Perjanjian tentang Penghapusan Rudal Jarak Menengah dan Jarak Pendek (INF). Ini diumumkan pada hari Jumat saat wawancara dengan perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Jerman Rainer Broglie, yang dilansir Tass.

"Ini benar-benar jelas bahwa bola terletak di bagian tengah lapangan Rusia," katanya. "Kami masih belum melihat apa yang mengindikasikan bahwa Rusia berusaha untuk mengamati perjanjian itu lagi."

Sementara itu, juru bicara Kabinet Menteri Jerman, Steffen Seibert, mengatakan bahwa dalam hal penghentian perjanjian INF, Jerman "akan membahas dengan mitra NATO-nya apakah langkah-langkah diperlukan untuk memastikan kemampuan Sekutu untuk mengintimidasi dan membela diri."

Pada Oktober 2018, Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari Perjanjian INF, karena Rusia, menurut pendapat Washington, melanggar perjanjian tersebut. Pada awal Desember, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan bahwa Washington akan berhenti memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian jika Rusia tidak kembali ke perjanjian dalam 60 hari (hingga 2 Februari 2019). Hari berikutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Rusia, yang menentang penghancuran Perjanjian INF, akan dipaksa untuk bereaksi jika Amerika Serikat keluar darinya.

Pada 15 Januari 2019, pembicaraan Federasi Rusia dan Amerika Serikat diadakan di Jenewa dalam format antarlembaga di INF. Menyusul pembicaraan, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menyatakan bahwa pihak Amerika bahkan tidak mencoba untuk mendekatkan posisi mereka.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info