Jepang mencegat empat pesawat pembom Tu-95 dan Su-35S Rusia

Duniaku - Kementerian pertahanan Jepang mengatakan pada hari Jumat bahwa pihaknya telah menerbangkan jet tempur untuk mencegat pesawat pembom dan tempur Rusia di dekat wilayah udara negara itu.

Menurut sebuah pernyataan, Jepang mencegat empat pesawat pembom Tupolev Tu-95MS Bear dan empat pesawat tempur Sukhoi Su-35S Flanker-E yang terbang dekat pantai timur dan barat negara itu.


“Melihat pola penerbangan pesawat Rusia, pesawat tempur Jepang yang terlibat kemungkinan besar berasal dari Angkatan Udara Utara 2 Kokudan yang berbasis di Chitose dengan F-15J / DJ Eagle. Tetapi juga unit-unit lain mungkin terlibat, ”pernyataan yang dikeluarkan oleh Scramble Magazine.


Juga, Majalah Scrambel menambahkan bahwa sumber-sumber lain mengklaim "hanya" empat pesawat yang terlibat, dua Tu-95MS dan dua Flankers Su-35.

Kejadian 15 Februari terjadi setelah tiga setengah minggu Rusia absen patroli jarak jauh.


Sementara Kementerian Pertahanan Rusia merilis berita bahwa Pembawa rudal strategis Tu-95MS, yang dikawal pesawat tempur Su-35, menyelesaikan penerbangan yang direncanakan di atas Laut Jepang dan Laut Okhotsk, serta bagian barat Samudra Pasifik.

"Dua pembawa rudal strategis Tu-95MS dari Aerospace Force melakukan penerbangan terencana di wilayah udara di atas perairan netral perairan Laut Jepang dan Laut Okhotsk, serta bagian barat Samudra Pasifik," kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian Pertahanan mengklarifikasi bahwa pembom dijaga oleh pesawat tempur Su-35S. "Pada tahap tertentu dari rute itu, pesawat-pesawat Rusia dikawal oleh pesawat tempur Angkatan Udara Bela Diri Jepang," tambah kementerian itu.

Menurut spesialis dari Pusat Nasional untuk Manajemen Pertahanan, pilot Tu-95MS menghabiskan lebih dari 15 jam di langit. Selama penerbangan, awak pembom strategis mengisi bahan bakar di udara.

Pesawat jarak jauh secara teratur terbang di atas perairan netral di Kutub Utara, Atlantik, Laut Hitam, dan Pasifik.

Kementerian Pertahanan Rusia menekankan bahwa semua penerbangan pesawat Angkatan Udaranegara itu  dilakukan sesuai dengan aturan internasional untuk menggunakan wilayah udara di atas perairan netral tanpa mengganggu perbatasan negara-negara lain.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info