Intelejen India: Perintah penyerangan diberikan dari Rumah Sakit Militer Pakistan

Duniaku - Laporan media India merujuk pada laporan intelijen negara itu bahwa perintah untuk melakukan tindakan teroris terhadap polisi India di Kashmir diberikan pemimpin kelompok teroris Jash-e-Mohammad Masoud Azhar, yang dirawat di rumah sakit militer Pakistan. Di New Delhi, dikatakan bahwa atas dasar ini sulit untuk meragukan bahwa Pakistan tidak tahu tentang persiapan serangan oleh para gerilyawan di daerah Pulvam.

Ingatlah bahwa sebagai akibat dari pemboman sebuah mobil oleh seorang pembom bunuh diri, sekitar lima puluh orang terbunuh. Kebanyakan dari mereka adalah petugas dari salah satu unit kepolisian India. Menurut data awal, kekuatan ledakan itu setara dengan penggunaan 80 kg TNT.

Masood Azhar dikatakan sakit yang tidak bisa disembuhkan. Menurut pernyataan media India, ia mengirim teroris ke Kashmir untuk "membalas kematian keponakannya Usman," yang dibunuh oleh pasukan keamanan pada Oktober 2018.

Media India melaporkan bahwa Azhar "memberkati pelaku bom bunuh diri."

Pada saat yang sama, di New Delhi, mereka mengklaim bahwa di balik aksi terorisme berdarah di Pulvam adalah layanan khusus Pakistan.

Selain itu, di media India juga ada keluhan tentang China. Dari sebuah publikasi di surat kabar India The Week:
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan belasungkawa kepada India sehubungan dengan serangan teroris, tetapi belasungkawa ini jelas terlambat. Selain itu, pejabat Beijing tidak menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh seorang militan dari Jaish-e-Mohammad - sebuah kelompok dari Pakistan.

Ingatlah bahwa pada malam hari di India ada seruan untuk menyerang wilayah Pakistan dengan bantuan MLRS Smerch, serta pesawat Su-30MKI dan Mirage. Selain itu, ia menyerang bukan hanya markas pelatihan Jaish-i-Mohammad, tetapi juga basis pasukan bersenjata Pakistan.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info