Angkatan Laut AS berjanji untuk tidak membiarkan dominasi Rusia di Kutub Utara

Duniaku - Amerika Serikat percaya bahwa Arktik harus tetap bebas dan ruang terbuka, meskipun Rusia menganggapnya sebagai wilayahnya. Pendapat ini diungkapkan oleh Laksamana James Foggo, komandan Angkatan Laut AS di Eropa dan Afrika.

Seperti dikutip dari portal Washington Examiner, Kamis 21/02 , Foggo mencatat bahwa Washington melihat "aktivitas signifikan" di Beijing dan Moskow. Dia juga memusatkan perhatiannya pada fakta bahwa "Rusia menganggap Arktik sebagai wilayah mereka". "Faktanya, ini adalah wilayah internasional," laksamana menekankan, menambahkan bahwa dalam hal ini, Amerika Serikat tertarik pada wilayah yang tersisa wilayah bebas dan terbuka.

Sementara dikutip dari laman TASS, dengan sumber pejabat di Kemlu AS, 09/02. Amerika Serikat prihatin dengan meningkatnya kemampuan Cina dan Rusia di Kutub Utara, dan ini adalah sebagian alasan mengapa kunjungan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo ke Islandia pada 15 Februari.

"Area ini sangat memprihatinkan bagi kami," katanya, menanggapi pertanyaan tentang persaingan AS-Cina dengan Rusia di Kutub Utara. "Ya, saya percaya bahwa China, tentu saja, menciptakan potensi untuk penggunaan kemampuan militernya di Arktik," kata pejabat administrasi itu. "Saya pikir Cina dan Rusia beberapa langkah di depan, dibandingkan dengan AS dan UE, dalam hal mengakui kepentingan strategis Arktik sebagai zona sumber daya," tambah pejabat Amerika itu.

"Alasan kunjungan Menteri Luar Negeri (AS) ke Islandia adalah sebagian dari keberadaan masalah yang membuat rival Barat membuat jembatan di berbagai belahan dunia. Kami memandang Islandia sebagai tempat di mana China ingin membuat jembatan," katanya. "Ini adalah contoh klasik tempat di mana Amerika Serikat perlu lebih sering muncul dalam hal diplomasi untuk menjelaskan kepada Sekutu bahwa kami mendukung mereka dan memberikan mereka alternatif untuk hubungan yang lebih dekat dengan China," kata pejabat itu.

Pada November 2018, Jenderal Joseph Dunford, Ketua Kepala Staf Gabungan, mengumumkan perluasan kehadiran militer Rusia di Kutub Utara. Menurutnya, Washington tidak mengecualikan kemungkinan mengubah kawasan ini menjadi zona konflik di masa depan.

Rusia secara konsisten menolak tuduhan politisi Barat tentang membangun kehadiran militer mereka di wilayah lain dan tentang tindakan apa pun yang mereka duga bertujuan melanggar ketertiban internasional.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info