Pompeo menganggap pengiriman Tu-160 ke Venezuela sebagai "pemborosan dana negara"

Duiaku - Amerika Serikat percaya bahwa mengirim dua pengankut rudal strategis Rusia Tu-160 ke Venezuela harus dipandang sebagai pemborosan dana pemerintah oleh pemerintah Federasi Rusia dan Venezuela. Sudut pandang yang sesuai dinyatakan pada hari Senin oleh  Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo di Twitter - nya.

"Pemerintah Rusia mengirim pesawat pembom ke belahan dunia ke Venezuela. Orang-orang Rusia dan Venezuela harus mempertimbangkannya seperti ini: dua pemerintah korup menghambur-hamburkan dana negara dan menekan kebebasan sementara warganya menderita," kata Pompeo. Dia memberikan pesannya dengan foto Tu-160 melakukan penerbangan.

Pada hari Senin, layanan pers Kementerian Pertahanan Federasi Rusia melaporkan bahwa dua pembawa rudal strategis Rusia Tu-160, sebuah pesawat angkut militer berat An-124 "Ruslan" dan jarak jauh IL-62 Angkatan Udara Federasi Rusia melakukan penerbangan dari lapangan udara di Federasi Rusia ke Bandara Internasional Mayketia Bolivarian Republik Venezuela.

Duta Besar Rusia untuk Venezuela Vladimir Zaemsky mencatat pada hari Senin bahwa kerjasama militer-teknis antara Moskow dan Caracas telah berkembang sangat aktif akhir-akhir ini. Dia membuat pernyataan yang sesuai di udara televisi negara Venezuela setelah kedatangan pesawat VKS Rusia, termasuk dua pembawa rudal strategis Tu-160.

"Kerja sama militer-teknis adalah salah satu dari banyak bidang kerja sama kami. Dalam beberapa tahun terakhir, itu telah berkembang sangat bermanfaat," kata kepala misi diplomatik Rusia.

Zaemsky juga mencatat bahwa pertemuan baru komisi intergovernmental Rusia-Venezuela sedang dipersiapkan, di mana proyek-proyek bersama baru akan dibahas. "Ini akan menjadi upaya lain untuk memulai proyek-proyek baru. Proyek-proyek itu akan sangat membantu dalam pengembangan hubungan yang saling menguntungkan antara Rusia dan Venezuela," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengatakan bahwa pesawat Angkatan Udara Rusia yang tiba di negara itu akan berpartisipasi dalam penerbangan operasional gabungan.

Menurut Kementerian Pertahanan Federasi Rusia, penerbangan pesawat terbang VKS terbang di atas perairan Samudera Atlantik, Laut Barents, Norwegia, Laut Karibia sesuai ketat dengan aturan internasional untuk penggunaan ruang udara. "Selama penerbangan, pilot VKS menempuh jarak lebih dari 10 ribu kilometer," kata kementerian itu.

Ini bukan penerbangan pertama Rusia Tu-160. Sebelumnya, para pengangkut rudal strategis ini mengunjungi Venezuela pada bulan September 2008 dan pada bulan Oktober-November 2013.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info