Rostec : Kontrak untuk pasokan ke Indonesia dari Su-35 tidak ditunda

Duniaku - Kontrak untuk pengiriman 11 jet tempur Su-35 ke Indonesia tidak ditunda, Indonesia perlu menyelesaikan beberapa masalah teknis, kata Victor Kladov, kepala perusahaan Rostec (Rosoboronexport), yang dilansir RIA Novosti.

Sebelumnya, beberapa media telah berulang kali melaporkan bahwa pelaksanaan kontrak ini telah ditunda karena ancaman sanksi AS.

"Tidak, (kontrak) tidak ditunda. Tetapi agar itu berlaku, perlu untuk menyelesaikan beberapa masalah teknis," kata Kladov, di acara pameran China Airshow 2018, yang sedang berlangsung di China dari tanggal 6-11 November 2018.

Sebelumnya Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan Indonesia tidak akan membatalkan kesepakatan akuisisi jet tempur Rusia Su-35 (20/10).

"Saya tidak akan pernah membatalkannya. Kami melanjutkan pelaksanaan kontrak," katanya, menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan menangguhkan perjanjian karena sanksi Amerika.

Menhan juga mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan untuk mendapatkan pesawat tempur Rusia sesegera mungkin, dan pengiriman akan dimulai setelah perjanjian terbaru antara beberapa Kementerian Indonesia selesai.

Kontrak untuk pasokan ke Indonesia dari 11 pesawat tempur Su-35 senilai 1,1 miliar dolar ditandatangani pada Februari 2018.

Pesawat Su-35 yang diklasifikasikan sebagai pesawat generasi ke-4++ berada tepat di bawah pesawat siluman generasi kelima. Berdasarkan informasi dari Air Force Technology, kemampuan manuver yang tinggi dan sistem persenjataan yang canggih membuat pesawat ini memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan maksimum pesawat ini mencapai 2.390 kilometer per jam atau Mach 2,25.

Secara umum, cara kerja pesawat tempur Su-35 tak berbeda dari Su-30MK, terutama dari segi persenjataan dan bomnya. Hanya saja, pesawat Su-35 membawa model baru bom udara dengan kemampuan yang telah ditingkatkan. Jet tempur Su-35 memiliki beban tempur maksimum 8.000 kilogram.

Rencananya, Indonesia akan menggunakan Su-35 untuk menggantikan pesawat tempur buatan AS, F-5 Tiger, yang sudah digunakan sejak 1980-an. Indonesia sendiri sudah menggunakan jet tempur buatan Rusia, seperti Su-27 dan Su-30.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info