Putin berbicara tentang insiden di Selat Kerch untuk pertama kalinya

Duniaku - Insiden di Selat Kerch yang melibatkan pasukan Rusia dan Ukraina sedang ramai menjadi headline dunia, menurut presiden Rusia Vladimir Putin hal tersebut berhubungan dengan pemilihan presiden Ukraina, seperti dikutip dari TASS.

Menurut Putin, yang mengambil bagian dalam Forum Rusia Memanggil, ini tentu provokasi yang diselenggarakan oleh presiden Ukraina saat ini menjelang pemilihan yang dijadwalkan untuk Maret tahun depan. Saat ini peringkat presiden Ukraina Poroshenko berada di baris kelima, ia mungkin tidak lolos ke putaran kedua. Dia perlu segera melakukan sesuatu untuk memperuncing situasi dan menciptakan rintangan yang tak dapat diatasi untuk para pesaing, terutama dari pihak oposisi.

"Ini adalah dalih untuk melakukan darurat militer di Ukraina. Bahkan setelah aneksasi Krimea ke Rusia dan konflik di Donbas, undang-undang darurat militer tidak diberlakukan, dan hari ini hanya insiden kecil." - dia menambahkan.

"Adapun penjaga perbatasan Rusia, mereka jelas memenuhi tugas militer mereka. Jika mereka melakukan sebaliknya, mereka harus dibawa ke pengadilan. Tapi mereka melaksanakan perintah itu. Intinya, mereka menjalankan fungsi sah mereka dalam melindungi integritas wilayah Rusia." - kata presiden Rusia.

Pada pagi hari tanggal 25 November, kapal Angkatan Laut Ukraina "Berdyansk", "Nikopol" dan "Yany Kapu" melanggar perbatasan negara Rusia, memasuki wilayah perairan Rusia yang ditutup sementara, menuju Selat Kerch, dan diklaim pihak Rusia melakukan manuver berbahaya dan mengabaikan seruang awak kapal Rusia

Penjaga perbatasan Rusia menahan ketiga kapal tersebut, pada saat yang sama mereka harus menggunakan senjata. Tiga awakUkraina terluka diberi bantuan medis.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengomentari insiden di Selat Kerch pada hari Rabu, mengatakan bahwa perwira Ukraina memiliki perintah untuk diam-diam meembus Laut Azov.

"Penjaga perbatasan kami, penyelidik menginterogasi petugas keamanan Ukraina yang berada di pengadilan ini, yang bertanggung jawab atas operasi provokatif ini, dan menemukan dokumen di kapal-kapal yang tersedia untuk umum dan yang jelas menunjukkan bahwa kapal-kapal ini memiliki perintah untuk tidak memberi tahu otoritas Kerch selat dan coba secara rahasia, melanggar aturan yang ada untuk masuk ke Laut Azov, "- kata Menteri pada konferensi pers setelah pembicaraan dengan mitra Swiss-nya.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info