Pesawat tak berawak MQ-9 Reaper Prancis jatuh di Afrika

Duniaku - Kementerian Pertahanan Prancis secara resmi mengkonfirmasi jatuhnya pesawat tak berawak jarak jauh MQ-9 Reaper selama operasi anti-teroris "Barkhan" di Afrika Utara, seperti dilansir Defense Blog.

Perancis telah berpartisipasi dalam operasi anti-teroris Barhan, yang telah berlangsung sejak 2014 di Burkina Faso, Mali, Mauritania, Nigeria, Chad di wilayah Sahel. Pada gilirannya, "Barhan" adalah kelanjutan dari operasi Epervier dan "Serval", yang dilakukan oleh tentara Perancis di Afrika Utara. Tugasnya adalah memerangi kelompok-kelompok Islam.

Perlu dicatat bahwa selama operasi antiteroris di Afrika, Prancis menggunakan empat dari enam UAV MQ-9 yang bersenjata. Setelah kehilangan salah satu drone, Prancis hanya memiliki lima drone jarak jauh. Perangkat itu jatuh pada malam 17 November di padang pasir, beberapa kilometer jauhnya dari pangkalan udara Niamey di Nigeria. Penyebab insiden itu belum ditetapkan, penyelidikan sedang dilakukan. Namun saat beroperasi tidak dilaporkan apakah pesawat tak berawak dibekali senajata atau pesawat itu hanya melakukan penerbangan pengamatan.

MQ-9 Reaper (Reaper) - UAV pengintai yang diproduksi oleh perusahaan Amerika General Atomics Aeronautical Systems. Waktu yang dihabiskan di udara adalah 27 jam, kecepatan maksimum 400 kilometer per jam, dan mampu beroperasi diketinggian 13 ribu meter.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info