Menteri Luar Negeri Turki menyebut akuisisi S-400 Rusia tidak bisa dibatalkan

Duniaku - Para pejabat AS telah memperingatkan bahwa jika Ankara melanjutkan rencananya untuk membeli sistem S-400, Amerika Serikat dapat menahan pengiriman jet F-35 ke Turki. Selain itu, Kongres AS mengeluarkan undang-undang yang akan memblokir pengiriman jet F-35.

Menurut Reuters, Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, Selasa mengatakan, bahwa pembelian sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia di S-400 di Turki adalah kesepakatan yang telah dilakukan dan tidak dapat dibatalkan, karena itu menegaskan bahwa Ankara memerlukan pengadaan pertahanan lebih lanjut yang dapat dibeli. dari Amerika Serikat.

"Kesepakatan saat ini adalah kesepakatan yang dilakukan, saya tidak dapat membatalkannya," kata Cavusoglu kepada wartawan setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo seperti dikutip oleh Reuters. "Tapi saya butuh lebih banyak ... dan saya lebih suka membeli dari sekutu saya," kata Cavusoglu.

Cavusoglu menambahkan bahwa dia berniat melanjutkan akuisisi senjata dari sekutu. "Tapi kami butuh lebih, dan aku lebih suka membeli [senjata] dari sekutuku," kata menteri.

November 14 lembaga Anadolu , mengutip sumber senior di Washington menginformasikan bahwa AS menganggap pembelian sistem rudal anti-pesawat S-400 adalah ancaman bagi pesawat tempur generasi kelima F-35. Menurut sumber itu, kompleks Rusia bermasalah dalam hal integrasi ke dalam sistem NATO.

CNBC melaporkan, mengutip orang-orang dengan pengetahuan tangan pertama tentang penilaian intelijen AS, bahwa setidaknya 13 negara juga telah menyatakan minatnya untuk membeli sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia S-400 Triumph daripada peralatan AS. Khususnya, Aljazair, Mesir, Irak, Maroko, Qatar, Arab Saudi dan Vietnam termasuk di antara negara-negara yang sudah terlibat dalam pembicaraan untuk membeli sistem rudal Rusia.

Sesuai dengan sumber-sumber militer CNBC, S-400 lebih kuat, dalam hal kemampuan, daripada sistem THAAD yang dianggap paling ampuh di AS.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info