Mantan komandan Britania Raya mengakui Barat tidak berdaya menghadapi senjata-senjata baru Rusia

Duniaku - Senjata-senjata generasi baru Rusia telah membuat negara-negara Barat sangat rentan. Seperti dilansir Sunday Times pada hari Minggu 18/11, mengutip pernyataan Richard Barrons, mantan komandan Angkatan Bersenjata Britania Raya.

"Rusia telah mencapai volume dan potensi [di bidang persenjataan], yang tidak kita miliki. Ini menciptakan risiko bagi Barat dalam jangka pendek," publikasi itu mengutip pernyataan Jenderal.

"Rusia sangat memperhatikan masalah superioritas militer Amerika dan berpikir tentang bagaimana cara mendapatkannya," katanya, mengutip rudal hipersonik, yang menurut surat kabar, dapat mencapai wilayah Amerika Serikat dalam enam menit, yaitu, dua kali lebih cepat dari rudal yang sekarang beroperasi. "Mereka jauh lebih sulit untuk ditembak jatuh, kita tidak memiliki alat pertahanan anti-rudal yang cukup," kata Barrons.

Menurut sang jenderal, tujuan dari strategi militer Rusia adalah untuk "mencapai keunggulan yang menentukan dari jarak jauh, mengalahkan musuh tanpa perlu melakukan invasi darat." katanya.

The Sunday Times dalam hubungan ini menyebutkan sistem rudal Avangard dengan hulu ledak hipersonik perencanaan dan sistem multiguna laut Poseidon.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info