Hizbullah berjanji untuk menanggapi setiap agresi Israel

Duniaku - Gerakan Hezbollah siap untuk menanggapi setiap agresi Israel dan mencegah kembalinya tentara Israel ke wilayah negara itu, kata Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah.

"Kami pasti akan menanggapi setiap serangan oleh Israel, kembalinya musuh ke Lebanon tidak dapat diterima," kata pemimpin gerakan perlawanan itu.

Nasrallah sekali lagi mengingatkan tentang keberadaan cukup banyak rudal Hizbullah yang dapat digunakan untuk melawan Israel jika terjadi serangan ke Libanon. "Tekanan dan sanksi tidak akan mengubah apa pun," tegasnya, seperti dilansir Tass.

Pada akhir September, militer Israel mengatakan bahwa gerakan Hezbollah Lebanon, dengan dukungan Iran, secara diam-diam menciptakan perusahaan di daerah padat penduduk di Beirut untuk meningkatkan akurasi senjata rudal, serta kehadiran gudang dengan rudal di dekat Bandara Internasional Beirut. Kepemimpinan Lebanon, pada gilirannya, menuduh Tel Aviv mencari alasan yang tidak masuk akal untuk agresi berikutnya.

Pada 26 Oktober, Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah undang-undang yang mengatur tentang pengenaan sanksi terhadap mereka yang mendukung gerakan Hezbollah Lebanon. Sanksi mulai berlaku pada tanggal 5 November, khususnya, menyediakan pembekuan aset, pembatalan visa AS dan larangan masuk ke Amerika Serikat.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info