WSJ: Laporan Gedung Putih mengidentifikasi sekitar 300 kerentanan dalam mengamankan Angkatan Bersenjata AS

Duniaku - Kompleks industri militer AS memiliki hampir 300 kerentanan yang secara negatif mempengaruhi pasokan Angkatan Bersenjata negara itu dan kemampuan mereka, jika perlu, untuk menghadapi Cina dan Rusia. Seperti dilaporkan Wall Street Journal pada hari Kamis, penilaian semacam itu terkandung dalam laporan rahasia baru Gedung Putih.

Menurut publikasi itu, para penulis laporan itu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di kompleks industri militer AS "menghadapi serangkaian tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang membatasi kemampuan mereka untuk memproduksi pesawat, suku cadang, dan peralatan militer lainnya dengan cepat. Aspek ini sangat penting untuk melawan "kebijakan industri yang agresif" dari negara-negara pesaing.

Surat kabar ini menjelaskan, dia tidak bisa mempublikasikan daftar rahasia kerentanan, yang terdapat pada laporan, yang memiliki 107 halaman. Di bagian dokumen yang tidak diklasifikasikan, publikasi menarik perhatian pada masalah seperti terbatasnya persediaan bahan untuk seragam militer dan tenda bermotif militer, dan kurangnya sumber mineral langka yang dapat diandalkan yang cocok untuk produksi peralatan militer seperti radar.

Menurut publikasi, Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat akan menandatangani dua perintah untuk penyediaan alokasi pada tahap pertama $ 30 juta untuk sementara memenuhi kebutuhan perusahaan industri militer AS, misalnya, memproduksi baterai modern berkapasitas tinggi dan sel bahan bakar.

Jenderal Joseph Dunford, ketua Gabungan Kepala Staf AS, selama kunjungan ke Spanyol, mengatakan bahwa Rusia dan Cina menggunakan strategi yang sama untuk melawan pengaruh Amerika Serikat di dunia. Menurutnya, Rusia telah banyak berinvestasi dalam modernisasi angkatan bersenjatanya. "Rusia telah berhasil mempelajari kami sejak 1990, mereka melihat bagaimana kami berperilaku pada 2003 (ketika AS mengirim pasukan ke Irak), Mereka tahu bagaimana kami memproyeksikan kekuatan," jenderal itu menjelaskan.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info