Sikap Dubes Timteng untuk Australia dan Menlu Indonesia tentang pernyataan pemindahan keduataan ke Yerusalem

Duniaku  - Para duta 13 negara Arab mengadakan pertemuan di Canberra pada hari Selasa, di mana mereka menyatakan keprihatinan tentang rencana Australia untuk mempertimbangkan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini dilaporkan kepada Reuters oleh Duta Besar Mesir untuk Australia, Mohammed Khairat.

"Kami telah sepakat bahwa kami akan mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri, di mana kami akan mengungkapkan keprihatinan kami atas pernyataan seperti itu," kata agensi mengutip kata-katanya. "Keputusan seperti itu dapat membahayakan proses perdamaian ... itu dapat berdampak negatif terhadap hubungan antara Australia dan bukan hanya negara-negara Arab, tetapi juga banyak [negara] lainnya," tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Perdana Menteri Australia Scott Morrison sedang mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaannya ke kota ini dari Tel Aviv.

Sikap tegas Indonesia tentang rencana Australia memindahkan keduataannya, seperti dilansir Kompas menyatakan bahwa Pemerintah mempertimbangkan menunda perjanjian perdagangan terdekat dengan Australia sebagai reaksi atas pernyataan PM Australia Scott Morrison hari Selasa (16/10) yang menyebutkan negaranya "terbuka” atas kemungkinan untuk memindahkan kedutaan Australia di Israel ke Yerusalem, meski tetap berkomitmen dengan solusi dua negara, terkait posisi Palestina.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi secara terbuka mengatakan penolakan pemerintah Indonesia atas sikap Australia tersebut.

Status Yerusalem adalah salah satu masalah utama dalam konflik Palestina-Israel. Orang Israel menduduki bagian timur kota selama perang tahun 1967. Mereka bersikeras bahwa Yerusalem adalah ibu kota "satu dan tak terpisahkan" Israel. Orang-orang Palestina ingin menjadikan bagian timur kota sebagai ibu kota negara mereka.

Saat ini, hanya Amerika Serikat dan Guatemala yang memiliki kedutaan besar di Yerusalem (dari 14 Mei dan 16 Mei 2018, masing-masing). Pembukaan misi diplomatik AS menyebabkan peningkatan tajam dalam protes massa Palestina. Liga Arab, pada gilirannya, menyebut pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem tindakan yang sangat berbahaya, konsekuensi yang tidak mewakili Washington.

Sementara Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info