Presiden Jokowi dan Putin di rencanakan bertemu di Singapura saat KTT ASEAN-Rusia

Duniaku - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Indonesia Joko Widodo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral pada KTT ASEAN-Rusia yang akan berlangsung pada bulan November di Singapura.

Dikatakan Ketua Majelis Tinggi  Dewan Federal Federasi Rusia, Valentina Matviyenkova setelah pertemuan dengan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPDRI) Oesman Sapta.

"Kami berharap bahwa dalam waktu dekat sebuah pertemuan akan diselenggarakan di KTT ASEAN-Rusia, pertemuan Presiden Federasi Rusia dan Presiden Indonesia sedang dipersiapkan, [itu] akan terjadi pada bulan November tahun ini di Singapura," kata Valentina Matviyenkova.

Pembicara menambahkan bahwa Presiden Federasi Rusia juga berencana untuk mengunjungi Indonesia. "Dengan mempertimbangkan siklus politik, kemungkinan besar, tanggal akan disepakati setelah kampanye pemilu berakhir (pada 2019 Indonesia akan mengadakan pemilihan presiden dan parlemen) Tetapi penting tidak hanya untuk menentukan tanggal - penting untuk mengisi kunjungan ini dengan konten substantif". katanya seperti dilansir TASS.

Menurut dia, Jokowi sudah melakukan kunjungan kenegaraan kepada Putin, di Rusia pada 2016. Kedua presiden itu, kata dia, membicarakan berbagai kerja sama kedua negara.

"Presiden Putin dan Presiden Jokowi, juga telah menyepakati omzet perdagangan kedua negara harus mencapai  5 miliar dolar Amerika Serikat pada 2020. Saat ini, sejumlah perusahaan dari Rusia, sedang mengerjakan proyek infrastruktur di Indonesia," katanya.

Matvitenkova menyatakan, "Hubungan persahabatan kedua negara sudah terjalin sejak lama. Kita harapkan ke depan, hubungan kedua negara akan semakin erat dan menjadikan kemitraaan yang semakin strategis," katanya, sepeti di lansir Antara.

Pada kesempatan itu, Sapta menyatakan, mengucapkan terima kasih kepada Majelis Tinggi Dewan Federal Federasi Rusia yang telah menerima dengan baik delegasi DPD.

Ia berharap, semoha hubungan persahabatan antara DPD dengan Dewan Federal Rusia dapat bertambah akran dan erat, serta dapat mendorong peningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Baca juga : Pemimpin harus memberikan optimisme, ini tentang Vladimir Putin

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info