Menlu Inggris mendesak Riyadh untuk bekerja sama dengan Turki dalam kasus wartawan yang hilang

Duniaku - Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt meminta pemerintah Arab Saudi untuk bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan Turki, yang sedang menyelidiki keadaan hilangnya jurnalis Saudi, Jamal Hashkaji. Menlu Inggris mengatakan ini pada hari Selasa dalam percakapan telepon dengan timpalannya dari Saudi, Adel al-Jubeir, yang di lansir tass layanan pers Kemlu Inggris.

"Hunt meminta pemerintah Saudi untuk bekerja sama sepenuhnya dalam masalah ini dengan penyelidikan Turki dan memberikan informasi tambahan sesegera mungkin," kata Kementerian Luar Negeri Kerajaan Inggris.

Seperti yang ditekankan di Kantor Luar Negeri, dalam percakapan dengan Al-Jubeir, menteri Inggris juga mengulangi kata-katanya yang dikatakan sebelumnya saat pertemuan dengan duta besar Saudi di London. "Hunt menekankan bahwa jika ada laporan media tentang kasus Hashkadji yang keluar pada akhir pekan, ini sangat mengkhawatirkan dan Inggris akan menganggap insiden ini sangat serius. Persahabatan bergantung pada nilai-nilai bersama," kata komunike itu.

Hashkaji dikenal karena mengkritik kebijakan Riyadh saat ini. Pada 2017, ia meninggalkan tanah airnya dan menetap di Amerika Serikat. Jurnalis itu secara rutin menulis artikel untuk The Washington Post , di mana ia menganalisis situasi di Arab Saudi dan kebijakan luar negeri negara itu, tentang aspek-aspek bermasalah dari pihak berwenang dan mengkritik Riyadh.

Pada 2 Oktober, diketahui bahwa Khashkaji pergi ke Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul untuk memproses dokumen, karena dia belum dihubungi. Pada 6 Oktober, Reuters melaporkan bahwa polisi Turki sedang mempertimbangkan versi pembunuhan seorang jurnalis di gedung konsulat jenderal.

Sebelumnya pada hari Selasa 9/10, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Khalid bin Salman bin Abdul Aziz Al Saud, membantah informasi tentang pembunuhan seorang jurnalis Saudi yang menghilang di Turki.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info