Menhan Prancis : kehadiran Rusia di CAR tidak berkontribusi pada stabilisasi di sana

Duniaku - Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parley, memberi penilaian negatif atas kerjasama militer-politik Rusia dengan Republik Afrika Tengah. Seperti dilaporkan pada hari Minggu oleh Reuters , Parley mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media Afrika, Jeune Afrique.

"Jelas bahwa Rusia telah memperkuat kehadirannya di Republik Afrika Tengah dalam beberapa bulan terakhir. Namun, saya tidak yakin bahwa kehadiran ini dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh Moskow, khususnya, perjanjian yang disepakati di Khartoum pada akhir Agustus tahun ini, berkontribusi pada stabilisasi negara," - kata Menteri Perang Perancis.

Menjawab pertanyaan apakah pengaruh Rusia yang semakin besar terhadap Republik Afrika Tengah mengancam kepentingan Prancis di negara ini, Parley mengatakan: "Saya tidak berbicara tentang kepentingan Prancis, tetapi tentang kepentingan Republik Afrika Tengah." "Afrika adalah milik orang Afrika dan tidak ada orang lain, baik Rusia maupun Prancis," kata Menteri Angkatan Bersenjata Prancis.

Rusia menerima izin dari Dewan Keamanan PBB pada bulan Desember 2017 untuk pasokan senjata dan peralatan militer ke Republik Afrika Tengah. Pada 23 Oktober, perwakilan permanen Rusia kepada PBB, Vasily Nebenzia, menyatakan bahwa Rusia akan terus mendukung pihak berwenang Afika Tengah dalam memperkuat kemampuan tempur angkatan bersenjata negara dan dalam mereformasi sektor keamanan nasional.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan sebuah komentar yang menyatakan bahwa Rusia berharap bahwa Barat akan meninggalkan dalih fiktif untuk secara artifisial melambatkan dalam Dewan Keamanan PBB sebuah draf Rusia untuk melanjutkan pasokan produk militer ke Republik Afrika Tengah. Secara khusus, Rusia mengharapkan AS untuk mempertimbangkan kembali pendekatannya yang menghalangi harmonisasi penerapan 2127 di Komite Dewan Keamanan PBB tentang pengiriman batch kedua produk militer Rusia ke Republik Afrika Tengah.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info