Indonesia tidak akan membatalkan akuisisi pesawat tempur Su-35 Rusia

Duniaku - Indonesia tidak akan membatalkan kesepakatan akuisisi jet tempur Rusia Su-35, meskipun ada sanksi terhadap Federasi Rusia. Hal ini dikatakan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu seperti dilansir TASS pada hari Sabtu 20/10, yang melakukan wawancara singkat di sela acara pertemuan para Menteri Pertahanan ASEAN dan Mitra Dialog (ADMM Plus) di Singapura.

"Saya tidak akan pernah membatalkannya. Kami melanjutkan pelaksanaan kontrak," katanya, menanggapi pertanyaan tentang kemungkinan menangguhkan perjanjian karena sanksi Amerika.

Menhan juga mengatakan bahwa Indonesia mengharapkan untuk mendapatkan pesawat tempur Rusia sesegera mungkin, dan pengiriman akan dimulai setelah perjanjian terbaru antara beberapa Kementerian Indonesia selesai.

"Indonesia mengharapkan pengiriman awal pesawat, kami tertarik dengan ini," Menhan menekankan. Menurutnya, "pihak-pihak sudah mulai menerapkan perjanjian." Pada saat yang sama, "Saya harus menyelesaikan masalah koordinasi terakhir, menyelesaikan beberapa poin dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan, ini terkait dengan prosedur untuk membayar kontrak," kata Menhan dan menambahkan. "Dari Kementerian Pertahanan, semua masalah telah diselesaikan," tambahnya.

Penandatanganan kontrak dengan Indonesia untuk pasokan 11 jet tempur Su-35 diketahui awal tahun ini. Indonesia merupakan pembeli kedua setelah China untuk pesawat tersebut. Namun, sebelumnya, media Kommersant , mengutip sumber, mengatakan bahwa mengirim Su-35 ke Indonesia ditunda karena tekanan dari Amerika Serikat ke Indonesia.

Su-35 adalah pesawat tempur super-manuver multi-tujuan dari generasi 4 ++ Rusia, dilengkapi dengan radar onboard dengan array antena bertahap, serta mesin vektor dorong yang dikendalikan. Dapat mencapai kecepatan hingga 2,5 ribu km / jam, jangkauan penerbangannya mencapai 3,4 ribu km, radius tempurnya sekitar 1,6 ribu km. Pesawat bersenjata dengan meriam 30 mm dan memiliki 12 pod suspensi untuk bom dan rudal.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info