Erdogan: Turki siap untuk memberikan bantuan kepada Indonesia

Duiaku - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada hari Minggu menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Indonesia, akibat gempa dan tsunami menewaskan sedikitnya 832 orang, dan menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan.

"Saya berdoa untuk saudara-saudari kita, yang meninggal dalam gempa bumi dan tsunami di Indonesia, mengharapkan pemulihan yang cepat bagi mereka yang terluka dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada rakyat Indonesia. Turki siap untuk melakukan segala daya untuk membantu Indonesia menyembuhkan luka." - Erdogan menulis pada halaman Twitter-nya

Sementara di lansir setkab RI mengatakan bahwa Guna membantu mendistribusikan suplai air dan makanan yang saat ini sangat dibutuhkan korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), pemerintah akan menyiapkan pesawat khusus.

“Hal ini mengingat kondisi bandara yang belum bisa beroperasi secara normal,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat meninjau Pantai Talise, di Kota Palu, Minggu (30/9) siang.

Dijelaskan Presiden, karena Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, masih darurat dan belum bisa didarati secara normal, maka pemerintah akan menyiapkan pesawat khusus supaya makanan yang akan dibagikan kepada korban gempa bisa masuk.

Saat berbincang dengan warga di Pantai Talise, masyarakat mengkhawatirkan perihal surat-surat penting yang hilang, Presiden Jokowi meminta masyarakat agar melapor terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang.

“Nanti lapor dulu ke kepolisian. Dua minggu saya ke sini lagi untuk memastikan,” ujar Kepala Negara.

Presiden menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk memperbaki fasilitas publk yang terdampak gempa dan tsunami. Ia meyakinkan, proses rekonstruksi dan rehabilitas  akan dilakukan setelah tahapan evakuasi selesai.

“Termasuk jembatan yang ambruk, rumah sakit yang rusak, bandara yang rusak, sekolah rusak, dikerjakan pemerintah,” tegas Presiden Jokowi.

Gempa dengan kekuatan 7,4 terjadi di provinsi Sulawesi Tengah pada hari Jumat, serta gempa susulan tercatat sekitar 170 selama hampir dua hari. Getaran yang kuat menyebabkan tsunami, ketinggian gelombang mencapai 3-5 meter, menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 832 orang menjadi korban meninggal, lebih dari 540 luka berat. Selain itu, setidaknya 16.000 penduduk lokal terpaksa meninggalkan rumah mereka, ribuan rumah, hotel, pusat perbelanjaan hancur.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info