Rusia beritahu Amerika mereka siap menyerang wilayah Suriah yang terdapat pangkalan AS

Duniaku - Saluran televisi CNN mengatakan bahwa Moskow dalam seminggu terakhir dua kali memberitahu Washington bahwa pasukannya dan pasukan Suriah siap untuk menyerang di Suriah, di mana terdapat "puluhan militer AS." Materi yang relevan dipublikasikan di situs web saluran pada hari Kamis 6/9/2018.

Menurut sumbernya di Pentagon, pihak Rusia menyatakan bahwa "di wilayah di bawah perlindungan militer AS, ada pemberontak." Seperti catatan media itu, sehubungan dengan ini, Washington "mengkhawatirkan bahwa pasukan AS akan terancam jika Rusia menyerang."

Sebagaimana dinyatakan dalam publikasi, khususnya,  Washington prihatin tentang keamanan militer Amerika di pangkalan Et-Tanf di provinsi Homs di bawah komando Amerika Serikat. Menurut saluran TV, "ada kekhawatiran bahwa Rusia dapat menggunakan penerbangan atau kapal perang mereka di Mediterania timur untuk menyerang dengan rudal terhadap mereka yang mereka klaim sebagai militan."

Publikasi tersebut menyatakan bahwa "ini dapat menyebabkan konfrontasi, di mana pasukan AS akan secara tidak sengaja terlibat jika serangan Rusia tidak akurat." "Kami tentu saja merekomendasikan agar mereka menjauh dari A-Tanf," kata saluran televisi mengutip sumber militer. "Kami siap untuk tindakan timbal balik."

CNN juga mengutip data dari sumber yang mengatakan bahwa mereka "belum mengamati penumpukan pasukan darat Rusia dalam beberapa hari terakhir."

Pusat untuk rekonsiliasi pihak yang bertikai (bagian dari Kementerian Pertahanan) Rusia di Suriah, pada tanggal 1 September mengatakan kepada wartawan bahwa militer Suriah mengamankan militan yang seharusnya melakukan serangan teroris di Palmyra. Sebagaimana ditentukan oleh militer Rusia, salah satu teroris yang ditangkap mengatakan bahwa pelatihan kelompok itu melibatkan instruktur Amerika dari pangkalan Et-Tanf.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Rusia akan terus memerangi teroris sampai benar-benar hancur.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info