Pesawat militer Rusia kembali jatuh

Duniaku - Insiden naas kembali terjadi di Angkatan Udara dan Ruang (VKS) Rusia, jika pada 17 September yang jatuh akibat terkena sistem pertahanan udara S-200 adalah pesawat mata-mata IL-20, kali ini pesewat pencegat MiG-31.

Pesawat tempur MiG-31 jatuh di wilayah Nizhny Novgorod, kedua pilot berhasil melontarkan diri dan berhasil selamat, penerbang tidak dibekali amunisi dan tidak menyebabkan kerusakan di darat, dilaporkan ke Kementerian Pertahanan Rusia.

"Penerbangan itu dilakukan tanpa amunisi, pesawat jatuh di tempat yang sepi, tidak ada kerusakan di darat." Menurut data awal, penyebab kecelakaan itu adalah kerusakan teknis, "kata departemen militer.

Pesawat itu melakukan penerbangan pelatihan terjadwal. Pilot segera dievakuasi oleh regu penyelamat, dan nyawa mereka tidak terancam.

Komisi Kementerian Pertahanan bekerja untuk menetapkan alasan atas apa yang terjadi di lokasi jatuhnya pesawat naas tersebut

 RIA Novosti melaporkan mengacu pihak terkait mengatakan bahwa pesawat jatuh di dekat kota Kulebaki. Dia menyebutkan bahwa pesawat itu meledak setelah jatuh dan benar-benar terbakar habis.

MiG-31 adalah pesawat supersonik yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan target udara di dataran rendah dan tinggi, daan merupakan pesawat paling cepat yang digunakan oleh militer di dunia.

Dasar dari sistem kontrol persenjataan pesawat adalah stasiun radar "Zaslon". Pesawat ini mampu mendeteksi pesawat tempur F-16 pada jarak 120 kilometer, dan pembom strategis B-1B pada jarak 200 kilometer.

Total lebih dari 250 unit pesawat tempur MiG-31 dalam berbagai versi beroperasi dengan militer Rusia.

Berita terkait

Reaksi:

BERITA TERBARU:

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info