Pada 2017 Trump perintahkan menghancurkan Assad namun tak dijalankan Menhannya

Duniaku - Pada tahun 2017 Presiden Donald Trump, marah dengan laporan dugaan serangan kimia di Suriah, dia menuntut Pentagon untuk menghancurkan Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi Menteri Pertahanan AS James Mattis tidak mengizinkan untuk melaksanakan perintah ini, menurut bahan dari buku baru yang ditulis oleh wartawan AS Bob Woodward.

Kutipan dari buku itu dibaca oleh Washington Post.

Menurut Woodward, setelah mengetahui tentang peristiwa di provinsi Idlib, Trump menyebut Mattis dan dalam bentuk yang keras menyatakan keinginannya untuk "mengakhiri diktator."

"Ayolah, sialan, kita akan membunuhnya! Ayo serang. Mari kita bunuh mereka semua!" - presiden Amerika berteriak di telepon, tulis Woodward.

Kepala Pentagon meyakinkan Trump bahwa dia akan "mengurus ini," tetapi setelah pembicaraan dengan presiden, Mattis memberi asisten seniornya perintah yang sama sekali berbeda.

"Kami tidak akan melakukan semua ini, kami akan bertindak lebih hati-hati," Woodward mengutip Menteri Pertahanan.

Sebagaimana Washington Post perjelas, buku baru jurnalis Amerika didasarkan pada "ratusan jam wawancara dengan peserta dan saksi yang dapat diandalkan" dari peristiwa yang dijelaskan. Namun,  Woodward tidak mengungkapkan nama-nama sumber.

Pada 4 April 2017, oposisi Suriah mengumumkan 80 orang tewas dan 200 orang terluka akibat serangan kimia di kota Khan-Sheikhun (Provinsi Idlib). Dia menyebut biang keladi serangan adalah pasukan pemerintah Suriah, tuduhan itu dibantah dan menyalahkan pada gerilyawan dan pendukung mereka, serta menekankan bahwa seluruh persenjataan kimia Suriah diambil dari negara di bawah kendali OPCW.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info