Menunggu progres kerjasama pembuatan kapal selam dengan Turki

Duniaku - Kerjasama pertahanan Indonesia-Turki sudah berlangsung lama. Kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerjasama industri pertahanan ketika mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyno mengunjungi Turki pada Juni 2010, dan kolaborasi telah dimulai di beberapa peralatan tertentu, seperti sistem radar, atau lebih umum pertukaran keahlian antara militer.

Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menerima kunjungan Delegasi Industri Pertahanan Turki dan Jerman yang dipimpin oleh Vice President of the Presidency of Defence Industries SSB Serdar Demirel, Selasa (4/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Dalam kunjungan ini, kedua pihak membicarakan mengenai upaya peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara khususnya di bidang industri pertahanan.

Kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Turki beberapa tahun terakhir meningkat signifikan, salah satu wujud nyata dari kerja sama pertahanan yang disebut oleh kedua belah pihak adalah produksi gabungan tank tempur berat menengah KAPLAN, antara produsen kendaraan lapis baja Turki FNSS dan perusahaan pertahanan Indonesia PT Pindad telah bekerja bersama-sama sejak 2015.

“Sebagaimana diketahui bahwa program tank medium sudah berjalan baik, jadi prototype pertama sudah ditunjukan pada hari Kemerdekaan RI, kami berharap untuk produksi masif sudah bisa berjalan”, tutur Serdar Demirel saat diterima Menhan RI.

Mengawali kunjungan kepada Menhan RI tersebut, Serdar Demirel bersama delegasi menyampaikan ucapan terima kasih atas kehormatannya dapat diterima. Tujuan kunjungan ini adalah dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan antara Presiden Turki dan Presiden RI tentang peningkatan kerja sama industri pertahanan kedua negara, pada saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Turki tahun lalu.

Lebih lanjut Serdar Demirel menyampaikan, selain kerja sama pengembangan Medium Tank, industri pertahanan Turki juga ingin memperluas kerja sama dengan industri pertahanan Indonesia, diantarnya kerja sama pengembangan bersama pesawat tanpa awak dan kapal selam. “Karena kami tahu bahwa Indonesia juga ingin membangun kemampuannya sendiri terkait dengan kapal selam”, tambahnya.


Sebelumnya juga ada opini yang menggambarkan kerjasama Indonesia Turki dalam sorotan.

BERITA TERBARU BERITA TERKAIT

Reaksi:

BERITA PILIHAN:

Advertisement:
Show Parser Hide Parser
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info