Kementerian Pertahanan Rusia memberi tahu tentang surat rahasia kepala Staf Umum ke AS

Duniaku - Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov memberitahu Ketua Komite Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS Jenderal Joseph Dunford tentang langkah-langkah yang diambil oleh Moskow dan Damaskus untuk menstabilkan situasi di Suriah. Ini dikabarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.

Kementerian Rusia mengkonfirmasi bahwa Gerasimov mengirim surat kepada rekannya dari Amerika pada saluran komunikasi rahasia sebagai tanggapan atas seruannya setelah pertemuan presiden Rusia dan AS di Helsinki.

Secara khusus, intinya adalah bahwa pihak Rusia siap untuk bekerja dengan pihak berwenang Suriah mengenai masalah jaminan keamanan bagi para pengungsi dari kamp Rukban di wilayah Tanf yang dikendalikan AS dan penciptaan kondisi yang diperlukan untuk kepulangan mereka.

Selain itu, dokumen tersebut berisi proposal untuk mengoordinasikan masalah-masalah pembersihan ranjau kemanusiaan, termasuk di Raccoon, mengatasi masalah kemanusiaan lainnya untuk mempercepat pembentukan kehidupan damai di seluruh Suriah dan menetralkan upaya oleh teroris untuk menarik para pengungsi ke barisan mereka.

Isi surat Gerasimov ke Dunford sebelumnya dilaporkan oleh media Barat. Dalam hal ini, Kementerian Pertahanan menyatakan kekecewaan bahwa Amerika tidak mematuhi kesepakatan tentang pengungkapan isi kontak hanya dengan persetujuan kedua belah pihak.

"Kami berharap bahwa pihak Amerika akan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut dari kesepakatan bersama di masa depan," kata departemen militer.

Situasi di Suriah adalah salah satu tema sentral dari pertemuan antara Vladimir Putin dan Donald Trump di Helsinki. Segera setelah pertemuan puncak, Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa mereka telah mengirim proposal khusus ke Amerika Serikat untuk organisasi kerja untuk kembalinya pengungsi, serta pembentukan kelompok bersama untuk membiayai pemulihan infrastruktur Suriah.

Dan ini pengalaman berharga yang bisa dilihat diseluruh dunia, bahwa Amerika tak bisa dipercaya menjaga kesepakatan tentang sebuah rashasia, terutama untuk Indonesia harus berkaca pada kasus ini. Bagaimana sebuah negara harus mempercayai negara seperti ini?

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info