Rusia melaporkan ISIS menembak wilayah Israel agar membalas ke pasukan Suriah

Duniaku - Penembakan wilayah Israel pada hari Rabu 25/07/2018 dilakukan dari posisi para teroris ISIS, serangan balasan Israel menghancurkan instalasi rudal, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut Kemneterian itu, pada 25 Juli sekitar pukul 21.30, para pejuang ISIS, yang berusaha memprovokasi pasukan Israel agar menyerang pasukan pemerintah Suriah, merudal wilayah Israel dari daerah permukiman Nafa dan Shadzhar.

"Dengan respon yang tepat dari angkatan udara dan artileri Angkatan Pertahanan Israel, semua teroris ISIS dan instalasi rudal dengan cepat dihancurkan," kata laporan itu.

"Pasukan Rusia di Suriah melalui saluran komunikasi yang mapan menyatakan terima kasih kepada pimpinan Tentara Pertahanan Israel untuk penghancuran militan dan pencegahan provokasi besar teroris," kata laporan itu.

Antara Rusia dan Israel, dari musim gugur 2015, ada mekanisme komunikasi yang dirancang untuk melindungi pasukan mereka dari bentrokan yang tidak disengaja dan insiden berbahaya lainnya saat melakukan operasi di Suriah.

Sirene Alarm

Alarm di bagian Dataran Tinggi Golan yang dikontrol Israel aktif dipicu oleh rudal yang ditembakkan dari Suriah, kata militer Israel.

Mereka menganggap bahwa peluncuran itu dilakukan selama pertempuran antara pasukan pemerintah Suriah dan oposisi.

"Itu tercatat peluncuran dari Suriah ke arah wilayah Israel," kata layanan pers Israel.

Serangan penerbangan dan artileri

Pesawat Israel menyerang instalasi di Suriah, yang diluncurkan sebelumnya pada Rabu melalui dua rudal di perbatasan, kata layanan pers militer.

"Menanggapi dua rudal yang ditembakkan dari Suriah ke wilayah Israel, pesawat menyerang instalasi tempat peluncuran itu dilakukan, dan daerah sekitarnya ditembakkan dengan artileri," kata siaran pers tersebut.

Setelah terbang melintasi perbatasan, kedua rudal itu diduga jatuh ke Laut Galilea.

Pesawat Suriah

Selasa lalu diketahui bahwa pertahanan udara Israel menembak jatuh pesawat Suriah. Menurut militer Israel, satu pesawat tempur Suriah memasuki wilayah udara yang dikendalikan oleh rezim Yahudi sejauh dua kilometer.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Damaskus benar-benar melanggar kesepakatan tentang perbatasan antara Suriah dan Israel sejak 1974.

Militer Suriah, pada gilirannya, berpendapat bahwa pesawat itu melaksanakan misi tempur melawan teroris dan tidak melintasi perbatasan.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info