Erdogan ke Putin : Kerja sama erat dengan Rusia menimbulkan kecemburuan orang lain

Duniaku - Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pembicaraannya dengan timpalannya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan di sela-sela KTT BRICS bergurau bahwa dia akan menerima undangan untuk pergi ke restoran, tetapi dengan satu syarat.

Selama percakapan, kedua pemimpin itu menarik perhatian pada fakta bahwa hubungan antara Ankara dan Moskow secara dinamis berkembang di semua bidang. Jadi, Putin menekankan pentingnya kerja sama di bidang ekonomi dan penyelesaian konflik Suriah. Presiden Turki, pada gilirannya, menunjukkan kerjasama yang sukses di bidang "industri pertahanan", pariwisata dan budaya.

Namun, menurut Erdogan, kerja sama erat dengan Rusia memiliki sisi negatif.

"Kami memperhatikan dan melihat bahwa interaksi kami mengarah pada kecemburuan pada pihak orang lain," kata pemimpin Turki tanpa menyebutkan siapa yang dibicarakannya, namun pembaca bisa menyimpulkan kesiapa kira-kira kata-kata itu ditujukan.

Putin dalam menanggapi hal ini mengingatkan rekannya tentang undangan yang dijanjikan ke restoran.

"Saya mengundang Anda," kata Erdogan kepada pemimpin Rusia itu.

"Kami sepakat bahwa ketika Anda membiarkan produk daging memasuki pasar, ketika hidangan daging kami ada di restoran, maka (kami akan makan siang)," Putin bergurau menanggapi.

Presiden Turki, pada gilirannya, mengatakan bahwa dia akan menunggu hal itu terjadi.

Pertemuan BRICS yang kesepuluh diadakan di ibu kota Afrika Selatan, Johannesburg. Tema utama dari acara ini adalah "Kerjasama dalam bidang perencanaan ekonomi dalam menghadapi revolusi industri keempat." Tidak hanya para pemimpin negara-negara BRICS ambil bagian dalam forum, tetapi juga kepala negara-negara lain: Turki, Mesir, Argentina, Indonesia dan Jamaika.

Melihat video dibawah ini mereka terlihat sangat akrab satu sama lain.

Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia guna menghadapi perubahan pada era revolusi industri 4.0, pemerintah memandang perlu dilakukan penguatan kapasitas pemimpin Indonesia.

Atas pertimbangan tersebut, pada 20 Juli 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kelompok Kerja Nasional Penguatan Kapasitan Pemimpin Indonesia Dalam Rangka Making Indonesia 4.0.

“Membentuk Kelompok Kerja Nasional Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia Dalam Rangka Making Indonesia 4.0, yang selanjutnya dalam Keputusan Presiden ini disebut Kelompok Kerja Nasional,” bunyi diktum KESATU Keppres tersebut.

Kelompok Kerja Nasional ini, menurut Keppres tersebut bertugas: a. menyelenggarakan pelatihan training of trainer guna mendukung workshop nasional peningkatan kapasitas kepemimpinan; b. melaksanakan workshop nasional guna meningkatkan talenta karakter kebangsaan dan kapasitas kepemimpinan dalam rangka Making Indonesia 4.0; dan c. melaksanakan koordinasi dan kerja sama dengan Kementerian/Lembaga Pemerintahan Non Kementerian, Pemerintahan Daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga nirlaba bidang pendidikan, dan lembaga nirlaba lainnya guna mendukung peningkatan kapasitas kepemimpinan dalam rangka Making Indonesia 4.0.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info