Dermaga eksekutif Merak-Bakauheni Mulai di Bangun

Dermaga eksekutif Merak-Bakauheni Mulai di Bangun
Photo : aktual
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.

Proyek kerjasama antara PT Patra Jasa, PT ASDP (Persero), dan PT PP (Persero) itu akan membangun kawasan terpadu dengan fasilitas hotel, taman, mushola, kawasan komersial dan ruang tunggu eksekutif yang dapat diakses dalam satu area.

Proyek yang dibangun di dua lokasi berseberangan ini bernilai lebih dari Rp450 miliar dan akan dibangun di lahan seluas 41.803 meter persegi (Pelabuhan Merak) dan 48.446 meter persegi (Pelabuhan Bakauheni).

Dermaga eksekutif Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni akan jadi solusi untuk mengatasi panjangnya antrean yang akan menyeberang, mempersingkat waktu tunggu standar, mempermudah akses menuju ke pelabuhan dan membangun sarana pendukung bagi calon penumpang kapal.

Melalui sinergi ini maka kedua dermaga eksekutif kedua pelabuhan itu diharapkan dapat memberikan akses terbaik untuk masyarakat dan wisatawan lokal serta mancanegara yang akan melakukan perjalanan melalui kedua dermaga itu.

Pada bulan maret 2017 Presiden Joko Widodo meminta perbaikan fasilitas penyeberangan Bakauheni, Lampung dan Merak, Banten secara sistemik dan menyeluruh.

"Saya minta dilakukan langkah-langkah perbaikan yang sistemik dan menyeluruh terhadap penyeberangan Bakauheni dan Merak mulai dari waktu tunggu sandar yang masih agak lama, sarana prasarana pendukung yang kurang representatif dan masih rendahnya aksesibilas menuju ke pelabuhan," kata Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden Jakarta.

Presiden menyampaikan hal itu dalam rapat terbatas mengenai Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di provinsi Lampung.

"Satu hal yang perlu saya ingatkan bahwa Lampung merupakan pintu gerbang yang menghubungkan pulau Sumatera dan pulau Jawa," tambah Presiden.

Presiden menilai perekonomian di berbagai daerah termasuk daerah-daerah di luar Pulau Jawa sudah tumbuh dan menggeliat.

"Perekonomian di berbagai daerah di luar Pulau Jawa sudah semakin tumbuh lebih cepat. Kita melihat perekonomian di provinsi Lampung bisa tumbuh sebesar 5,15 persen, berada di atas perekonomian nasional, tapi sekali lagi saya minta perekonomian yang semakin tinggi ini harus bisa berdampak langsung terhadap 13,8 persen penduduk miskin yang masih ada di provinsi Lampung," ungkap Presiden.

Presiden menilai bahwa perekonomian provinsi Lampung bisa tumbuh lebih cepat dengan catatan betul-betul bisa fokus bekerja menggarap sektor unggulan, mengembangkan apa yang menjadi "core bussiness"-nya.

"Provinsi Lampung punya potensi besar baik di bidang pertanian, perikanan, perkebunan yang menyumbang 31,4 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Lampung, diikuti industri pengolahan sebesar 18,8 persen. Dan untuk bisa tumbuh lebih cepat lagi bila infrastruktur pendukung harus dibenahi, baik infrakstruktur transportasi, jalan tol lintas sumatera, pembangkit listrik, cool storage, sektor perikanan, bendungan maupun irigasi harus memadai untuk penunjang sektor perrtanian," jelas Presiden.

(antara)


BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info