Negara Pembeli Rahasia Su-35 dan Su-34, Indonesia?



Dikutip dari laman berita Kommersant Direktur Jenderal Corporation Negara Sergei Chemezov mengatakan sebelumnya tentang ketersediaan untuk Su-35 dan Sukhoi Su-34. Namun, ia tidak mengungkapkan nama-nama pembelinya, ia mengatakan bahwa “senang karena akan mendapatkan kontrak nyata dan bukan hanya ‘keinginan’, karena untuk menandatangani perjanjian kontrak dapat memakan waktu selama bertahun-tahun.”

Berbicara mengenai Su-35 pasti selalu saja akan membuat fansboy militer Indonesia ramai di forum-forum militer. Kabar bagus datang dari India seperti diberitakan TASS bahwa mgkin dalam waktu dekat akan dilakukan penanda tanganan. Untuk pengadaan 10 Unit Sukhoi Su 35 Indonesia.

Keinginan Indonesia untuk memiliki Sukhoi Su-35 semakin mendekati kenyataan karena dalam beberapa bulan ke depan kontrak pengiriman jet tempur canggih itu akan ditandatangani, demikian diungkap seorang direktur di Rostec, perusahaan negara Rusia.

Baca Juga :
MiG-35 Sang Penantang F-35 AS
IFX, Jet Tempur Made in RI di Atas Sukhoi-35 dan F-16

“Kami harap kontrak Su-35 ini dapat ditandatangani dalam waktu dekat, yaitu dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Direktur Kerja Sama Internasional dan Kebijakan Regional Rostec Victor Kladov kepada TASS, Jumat (17/2).

Seperti dilaporkan sebelumnya, Indonesia berencana menandatangani kontrak untuk mendatangkan delapan unit Su-35 – dijuluki Super Flanker oleh NATO – dari Rusia.

Analis pertahanan dan hubungan luar negeri Rakesh Khrishnan Simha sempat mengatakan bahwa “Su-35 akan membantu Indonesia menggapai misi untuk membangun pasukan pertahanan modern dan akan menyelesaikan masalah yang dihadapi Indonesia sejak lama dalam melindungi kepulauan sepanjang lima ribu kilometer di bawah kekuatan militer.”

Tentara Nasional Indonesia (TNI) sendiri menggunakan banyak persenjataan dari Rusia. Beberapa di antaranya jet tempur Su-27 dan Su-30, yang merupakan pendahulu Su-35.

Su-35 sendiri nantinya diplot untuk menggantikan F-5 Tiger, jet tempur asal AS yang sudah digunakan Angkatan Udara Indonesia sejak tahun 1980.

Selanjutnya saya kutipkan berita dari rbth yang diberitakan bulan oktober tahun 2016.

Bersiap Sambut Su-35, Tentara Indonesia Wajib Belajar Bahasa Rusia.

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) wajib mempelajari bahasa Rusia sebagai persiapan menyambut kedatangan pesawat Rusia Sukhoi Su-35 kelak, demikian dilaporkan situs resmi Angkatan Udara Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Udara Indonesia, Haryono, secara resmi membuka Kursus Intensif Bahasa Asing (KIBA) Rusia di Sekolah Bahasa (SESA) Iswahjudi Skadik 505 Wingdikum, Senin (3/10) lalu. Kursus berdurasi tiga bulan tersebut diselenggarakan dengan kerja sama dari Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (LBI FIB UI).

Dalam pidato pembukaan, Haryono menjelaskan bahwa kursus tersebut bertujuan mempersiapkan tentara Indonesia untuk menyambut kedatangan pasokan pesawat Sukhoi Su-35 Rusia yang kelak akan menjadi komponen utama dalam menjaga wilayah udara NKRI.

Haryono mengimbau para tentara untuk mengoptimalkan waktu dalam menjalankan kursus yang terbilang singkat tersebut.

Kursus KIBA Rusia gelombang pertama diikuti oleh 40 orang, terdiri dari enam orang perwira pertama, 32 orang bintara, dan dua orang tamtama. Semua peserta berasal dari Skuadron Udara 14 Lanud Iswahjudi.

Rencananya, kursus KIBA Rusia akan diikuti 84 orang dan dilaksanakan dalam tiga gelombang. Gelombang pertama terdiri dari 40 orang di Sesa Lanud Iswahjudi, gelombang kedua diikuti empat orang perwira Penerbang di Sesa Lanud Hasanudin Makasar, dan gelombang ketiga diikuti 40 orang akan dilaksanakan di sekolah Sesa Lanud Iswahjudi.

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info