Indonesia beli S-300 atau S-400 “everything is possible”.

Menjawab soal kemungkinan membeli kompleks antiserangan udara S-300 dan S-400 yang dipasok Rusia keluar negeri maka kolonel Untung Surapati menjawab singkat, : "everityng is possible". 


Atase Pertahanan RI di Moskow Kolonel Untung Surapati berharap kerjasama Rusia-RI di 2016 ini akan semakin meningkat. Pernyataan ini disampaikan Athan kepada GATRAnews pada malam ramah tamah menyambut Tahun Baru di kedubes Indonesia di Moskow.

Setiba di Moskow, kata Untung, delegasi RI diterima dengan baik di Kementerian Pertahanan Rusia dimana terjadi pembicaraan bertema peningkatan kerjasama militer dan pertahanan dan berlangsung dalam suasana yang sangat bersahabat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan sudah memutuskan untuk membeli satu Squadron pesawat tempur Rusia Su-35, suatu pesawat tercanggih, supermanuver dan serbaguna yang dapat menyerang sasaran baik dari udara maupun dipermukaan, termasuk pada ketinggian rendah.

Panjangnya landasan Take Off cukup 400-450 meter. Kecepatannya 3600 perjam, tingginya langitan 18.000 meter.

Kemungkinan pada tahun ini Menteri Pertahanan RIJenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu akan melakukan kunjungan kerja ke Moskow dan tentunya akan ada pembicaraan lebih lanjut mengenai keinginan Indonesia untuk membeli pesawat tempur SU-35 tersebut.

Apabila Indonesia positif untuk membeli SU-35 maka tentu saja prosesnya akan ditindak lanjuti dengan MOU dan kontrak dimana didalamnya akan juga membahas proses pendidikan dan pelatihan baik pilot maupun teknisi yang akan mengawaki pesawat tersebut.

Kemungkinan Untuk pengiriman SU-35 ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap sampai dengan jumlah total pesawat yang dipesan Indonesia.

Ditanya mengenai kerjasama dibidang antara AL Indonesia dan dan AL Rusia maka Untung Suraopati menerangkan, bahwa ada kemungkinan bagi Indonesia membeli kapal selam Rusia kelas kilo,diaman sebelumnya juga sudah pernah dibicarakan keungkinan pembelian kapal selam tersebut.

Pada saat menjadi Asrena Kasal, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi pernah berkunjung ke Rusia untuk melihat fasilitas pembuatan kapal selam Rusia tentu saja apabila memang ada rencana pembelian kapal selam dari Rusia maka akan ada kunjungan lainnya ke Rusia.

Menjawab soal kemungkinan membeli kompleks antiserangan udara S-300 dan S-400 yang dipasok Rusia keluar negeri maka kolonel Untung Surapati menjawab singkat, : "everityng is possible".

Menyangkut soal kunjungan baru-baru ini barisan kapal perang Rusia ke Tanjung Priok menjelang tahun baru, maka Untung menjelaskan bahwa yang terpenting sekarang selain pertukaran kunjungan kapal militer ialah tetap adanya rasa saling percaya antara Tentara Nasional Indonesia dan Ankatan Bersenjata Rusia.

Adapun peningkatan kerjasama dibidang militer lainnya Athan surapati menyatakan harapan,  bahwa sebaiknya disamping pasokan senjata Rusia ada juga transfer of technologi Rusia kepada Indonesia sampai produksi bersama baik suku cadang maupun senjata itu sendiri di bumi Indonesia.

GATRA

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info