Indonesia dan Korea Kerjasama pesawat sipil

Korea Areospace Industri (KAI) telah meluncurkan sebuah proyek untuk mengembangkan jet penumpang, pasar yang telah lama didominasi oleh Boing dan Airbus, ujarnya

"Kami sedang terjun ke pasar pesawat komersil melalui sebuah proyek bersama dengan perusahaan pertahanan Indonesia" kata seorang pejabat KAI.korea times.

Langkah ini ini dalakukan saat boeingdan Airbus mendapat tantangan dari china, yang baru-baru ini yang meluncurkan sebuah pesawat komersil.

BUMN Commercial Aircraft Beijing China, ata Comac, memperkenalkan pesawat penumpang pertama, ARJ21 di Chengdu Airlines pada akhir November 2015.

Untuk ikut perlombaan ini, KAI menandatangani Perjanjian kerjasama trategis (SCA) dengan perusahaan BUMN Indonesia, PT. Dirgantara Indonesia (PT. DI),4 Desember 2015, kata pejabat perusahaan itu.

Berdasarkan kesepakatan itu, kedua perusahaan akan memperkuat kerjasama dalam industri penerbangan pertahanan, tetapi juga bekerja kearah membuat pesawat komersil.

Perusahaan indonesia sudah berpartisipasi dalam proyek pengembangan jet tempur dalam negeri korea,(KFX) PT. DI memiliki pengalaman dalam mengembangkan sendiri pesawat 50 seater N-250 dan pesawat udara sipil 100seater N-2130 ditahun 1990-an, sementara KAI telah berhasil mengembangkan pesawat militer seperti pesawat latih supersonik T-50 dan pesawat tempur ringan FA-50.

"Ini akan menjadi win-win bagi kedua belah pihak, karena masing-masing dapat membantu yang lain dengan keunggulan teknologi masing-masing," kata pejabat itu

Dia mencatat bahwa kedua perusahaan berencana untuk bertemu dua kali setahun untuk membahas kerjasama mereka dalam pengembangan jet sipil dan pesawat lainnya termasuk drone.

"pertemuan pertama akan berlangsung dalam semester pertama tahun ini," katanya

Dia menambahkan bahwa studi kelayakan untuk mengetahui potensi permintaan pesawat sipil juga sedang berlangsung, "Mengamankan permintaan dipasar domestik dari kedua negara, Korea dan Indonesia adalah tujuan awal kami" ujarnya

Tahun 2008-2013, KAI mengembangkan pesawat empat kursi, sayap rendah, bermesin tunggal, KC-100 Naraon yang ditandai sebagai pesawat penumpang pertama buatan Korea Selatan, The Naraon diharapkan masuk layanan pada tahun in.

Presiden KAI dan CEO Ha sung-yong mengatakan Tahun lalu bahwa komersialisasi pesawat Naraon merupakan suatu kesempatan, KAI akan melakukan upaya untuk mencapai ambisinya untuk mengembangkan dan memproduksi pesawat penumpang lebih besar, 100 seater.

langkah ini Tampaknya datang karena penjualan pesawat didunia, 80 persen dari pasar penerbangan sipil, sehingga ada kendala jika hanya fokus pada industri penerbangan pertahanan.

kreatimes

BERITA TERKAIT:

Advertisement:
Disqus Comments

This website uses cookies to ensure you get the best experience on our website. More Info